Kamis, 06 Januari 2011

Nasib Al Quran dan klaim Keasliannya

Klaim Umat Muslim

Notes ini saya buat karena ada begitu banyak para Debaters Muslim
yg tanpa menilik diri sendiri selalu semena2 menuduh bahwa :
  • Alkitab telah diubah2
  • Versi/Terjemahannya banyak & keliru
  • Tidak Otentik & sudah tidak ada aslinya
Padahal, Al-Quran juga mengalami Fakta yang sama.
Al-Qur'an yang Asli SUDAH TIDAK ADA & Terjemahannya JUGA BANYAK SALAH.
Silahkan Tunjukkan Al-Qur'an aslinya jika memang masih ada.....

Biasanya jawaban dari pihak Muslim adalah bahwa Alquran mereka tetap terjaga asli karena ada yg menghafal & mereka biasa mengkaji Qur'an bersama-sama, mulai dr ortu,sodara,teman,dll,dan juga memakai Qur'an dari berbagai penerbit & tahun. Jawaban ini tentu saja sangat gak nyambung, absurd dan lucu.  Mengingat, orang Kristen juga dari dulu mengkaji Alkitab bersama2 dari rumah ke rumah (dikenal dengan nama Kelompok Sel) & juga memakai Alkitab dari berbagai penerbit & tahun. Lalu apa bedanya???

Dalam sebuah pengadilan, untuk membuktikan sebuah barang itu Asli atau tidak maka Prosedur yang benar adalah :
  1. Bawalah Barang yg ASLI-nya
  2. Tunjukkan Barang yg PALSU-nya
  3. Lalu bandingkan dengan seksama
  4. Temukan perbedaannya
  5. Validasikan dgn pihak berwenang
Bukankah Prosedur pembuktian secara ilmiah seharusnya begitu??? Jadi tidak asal Klaim.
Demikian pula dalam tuduhan bahwa Alkitab sudah tidak asli & banyak salah terjemahan, sebaiknya menggunakan Standard Prosedur PENGUJIAN / PENGADILAN yang baik.

Seharusnya para Debaters Muslim mau menyadari bahwa Al-Qur'an yang Asli juga sudah tidak ada lagi & sangat banyak juga terjemahan Al-Quran yg keliru. Jadi, harus menjadi kesadaran bagi mereka agar tidak asal mengolok Alkitab. Berikut ini adalah beberapa dari sangat banyak Link yg menunjukkan kesalahan2 Terjemahan Alquran :

http://groups.yahoo.com/group/islam_alternatif/message/5839
http://psycholand.wordpress.com/2009/11/07/jangan-hanya-memahami-al-qur’an-dari-terjemahan/
http://www.facebook.com/topic.php?uid=67520443643&topic=8501&post=37700
http://www.psq.or.id/agenda_detail.asp?mnid=28&id=254
http://setanhantu.wordpress.com/2007/11/27/penafsiran-yang-keliru-atas-surat-67-ayat-5-bintangmeteor-di-langit-bukanlah-alat-pengusir-setan/
http://indonesia.faithfreedom.org/forum/alquran-terjemahan-indonesia-laik-baca-atau-tidak-t22205/page40.html


Jangankan "Terjemahan Alquran"... Lha wong "Arah Kiblat" aja selama ini bisa keliru ke-Afrika kok, padahal mustinya kan ke Kabbah di-Mekkah.......klik disini--->
http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2010/07/13/brk,20100713-263065,id.html

Jadi, sebaiknya nggak usah ribut soal Alkitab ada berbagai Versi & salah terjemahan yach???
Lha wong sama2 ada berbagai Versi & sama ada salah terjemahannya kok nuding orang laen.
Dengan ini saya hendak menyadarkan saudara2 Muslim agar menghentikan klaim2 sepihak seperti itu.
Bukankah manusia itu bisa saja tak Luput dari salah?

Biasanya rekan2 Muslim senantiasa penuh kebanggaan menyatakan bahwa :
  • Al-Qur’an yang sekarang adalah sama persis dengan apa yang diterima oleh nabi SAW.
  • Telah dihafalkan dengan sempurna oleh sangat banyak sahabat-sahabat nabi SAW.
  • Tidak pernah ada kesalahan dalam penulisannya
  • sangat cermat dalam penyusunannya
Apakah klaim tersebut benar? Ataukah hanya perwujutan keimanan yang membuta saja?
Uniknya jika dibaca dari tulisan-tulisan ulama-ulama kuno, justru hal yang sebaliknya yang terjadi yaitu :
  • banyak bagian qur’an yang telah hilang
  • banyak sahabat yang terlupakan ayat-ayat quran

Saya menghormati & menghargai Islam, namun saya membenci Radikalisme dalam agama apapun. Oleh karena itu, mari kita mempelajarinya satu persatu & saya harap rekan2 Muslim tidak membabi buta marah2 apalagi memaki2 dan mengolok2 kitab agama lain sebelum memeriksa kitabnya sendiri. Super Claim model seperti itu tidaklah baik.

Karena sebenarnya dalam perkembangannya, Al-Qur'an juga menghadapi permasalahan yang sama, yakni : Manuskrip ASLInya juga sudah tidak ada, Terdapat banyak kesalahan Terjemahan. Dan bahkan ditemukannya salinan Manuskrip2 Qur'an di Sana'a di Yaman tumpang tindih penyalinannya serta berbeda dibanding Al-Qur'an yg umum beredar saat ini.

Silahkan cek disini--->

http://secretofquran.wordpress.com/2010/09/21/hancurnya-sifat-keilahian-qur%E2%80%99an/

http://secretofquran.wordpress.com/2010/09/30/naskah-quranic-sana%E2%80%99a-bagian-2/

http://secretofquran.wordpress.com/2010/09/09/video-temuan-manuskrip-quran-gegerkan-islam/


Jadi, tidak perlu marah2 lalu melakukan Debat kesana-kemari. Sebaiknya buatlah tulisan sanggahan yang rapi & ilmiah untuk menjawabnya. Siapa tahu dengan jawaban atau sanggahan Anda, maka mereka yang non-Islam bisa mempunyai pemahaman yang lebih baik terhadap Islam.

OK. mari kita pelajari.....

--




`

Tulisan ini adalah hasil revisi dan pengembangan lebih lanjut bersumber dari karya tulis Professor Hossein Modarresi dari Princeton University, New Jersey, Amerika yg dimuat FaithFreedom.org. Beliau meneliti hasil karya ulama-ulama kuno mulai dari kumpulan hadis Bukhari Sahih (816 M – 870 M), Muslim Sahih (828 M – 883 M), Tirmidhi Sunan (824 M – 892 M), Ibn Maja Sunan (824 M – 887) dan Abu Dawud Sunan (817 M – 889 M) hingga era Suyuthi (1445 M – 1505 M). Selain itu Prof Modarresi juga mengutip dari hasil karya Arthur Jeffrey.



A. Pendahuluan

Beberapa hasil karya ulama kuno yang dikutip adalah dari:

Ahmad Ibn Hanbal Hidup 780 M –855 M, Seorang ahli hukum dan ahli agama. Salah satu karya utamanya adalah Musnad yang merupakan koleksi hadis.

Muhammad Ibn Sa’d Lahir di Basrah 783 M dan meninggal tahun 845 M. Belajar agama dari Muhammad ibn Umar al-Waqidi. Dalam pencariannya terhadap ilmu, Ibn Sa’d belajar hingga ke Kufa dan Madina. Otoritasnya diakui oleh ulama belakangan yaitu : Ibn Hajar, adh-Dhahabi, al-Khatib al-Baghdadi dan Ibn Khallikan.

Abd Allah ibn Muslim ibn Qutayba Lahir 835 M dan meninggal 898 M. Seorang penghafal hadis, ahli bahasa dan orang yan g sangat terpelajar. Namun ulama-ulama kuno berbeda dalam pandangan mereka terhadap Ibn Qutayba. Suyuthi menyatakan Qutayba dapat dipercaya dan memiliki pengetahuan luas.

Ibnu Jarir at Tabari Lahir di Thabrastan tahun 839 M, meninggal di Baghdad 932 M. Seorang ahli sejarah yang terkemuka, ahli tafsir dan seorang imam. Kitab tafsirnya telah menjadi rujukan bagi segala ulama tafsir.

Ibn al Nadim Mengarang buku yang sangat terkenal yaitu Fihrist yang berisi ulasan tentang buku-buku kuno Islam yang ditulis sebelumnya. Buku ini diselesaikannya pada tahun 987/988 M. Meninggal pada 17 September 995

Imam Al Bayhaqi Abu Bakr Ahmad ibn al-Hussayn al-Bayhaqi, seorang imam dan memiliki pengetahuan yang sangat mendalam tentang hadis. Lahir di Bayhaq (Asia Tengah) tahun 1006 M.

Abi Bakr ibn Faraj al Qurtubhi Lahir di Kordoba tahun 1093 M, meninggal di Maushul tahun 1172 M. Seorang pakar tafsir yang terkenal dan sangat menguasai ilmu qiraat dan hadis.

Ibn Asakir Ibn `Asakir al-Dimashqi al-Shafi`i al-Ash`ari (lahir 1121 M – meninggal 1193 M), adalah seoram imam dan penghafal hadis dan sejarawan dari Damascus yang sangat terpercaya. Mulai belajar agama saat berusia 6 tahun.

Imam Ibn Kathir Namanya Abul Fida Ismail ibn Abi Hafs Shihabuddin Omar ibn Kathir ibn Daw ibn Kathir. Lahir di Busra (Syria) tahun 1302 M, meninggal 1373 M. Mengarang kitab tafsir yang diakui oleh muslim sebagai satu yang terbaik.

Badruddin Zarkashi Mengarang buku yang sangat terkenal yaitu al Burhan fi Ulum al Qur’an pada tahun 1345 M

Jalaludin as Suyuthi Lahir 1445 M dan meninggal 1505 M. Seorang imam, ahli penyelidik yang ternama, hafizh yang terkemuka, pakar sejarah dan ahli bahasa Arab. Telah menulis lebih dari 500 buku.

Terlihat bahwa sumber-sumber yang digunakan oleh Prof Modareshi adalah sumber-sumber yang sangat valid.

`

B. QUR’AN Saat Nabi Muhammad Meninggal

1. QUR’AN Belum dikumpulkan

Laporan sumber-sumer tradisi Islam tentang pengumpulan qur’an menyatakan bahwa qur’an belum dikumpulkan dalam satu mushaf hingga setelah nabi SAW meninggal ditahun 11 H / 632 M.
Sumber :
  • Ibn Sa'd, Kitab al Tabaqat al Kabir, vol 3 p 211, 281
  • Ibn Abi Dawud, Kitab al Masahif, p 10
  • Ibn Babawayh, Kamal ad Din, p 31-32
  • Bayhaqi, Dalail al Nubuwwa, vol 7 p 147-8
  • Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 262
  • Ibn al Hadid, Sharah of Nahj al Balagha. vol 1 p 27
  • Ibn Juzayy, al Tashil li ulum al tanzil, vol 1 p 4
  • Suyuti, Al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 202
  • Ibrahim al Harbi, Gharib al hadith, vol 1 p 270
Dikutip dari : Fath al Bari 13th vol Ahmad b. Ali b. Muhammad al 'Asqalani, ibn Hajar Cairo 1939, vol. 9, p.9 [Zaid b. Thabit berkata:] "Nabi wafat dan Qur’an belum dikumpulkan dalam satu tempat "


2. QUR’AN Sudah Dikumpulkan

Namun laporan ini ternyata berseberangan dengan beberapa laporan yang mengindikasikan bahwa nabi SAW telah mengumpulkan satu quran selama hidupnya. Kemungkinan terbesar adalah saat tahun-tahun awalnya di Madina.

Sumber :
  • Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 235, 237-38, 256, 258
  • Suyuti, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 212-13, 216
Bahkan disebutkan nabi SAW sendiri yang memberitahukan tempat penyimpanan qur’an kepada Ali. Dikutip dari : Az-Sanjani, Tarikh, p 66 Diriwayatkan bahwa nabi SAW pernah berkata kepada Ali : “Hai Ali, al-Qur’an ada dibelakang tempat tidurku, (tertulis) di atas suhuf, sutera dan kertas. Ambil dan kumpulkanlah. ……… Ali menuju ketempat itu dan membungkus bahan-bahan tersebut dengan kain berwarna kuning

Jika Al-Qur’an yang dikumpulkan sendiri oleh nabi SAW ini memang ada, tampaknya sudah ikut dimusnahkan oleh Usman karena tidak ada catatan ulama kuno mengenai keberadaan Qur’an kumpulan dari nabi SAW ini. Kalau ini yang terjadi sungguh sangat berani Usman.


C. PENCATATAN AL-QUR’AN 

Dikisahkan pencatat-pencatat wahyu biasa mencatat dengan cepat ayat-ayat segera setelah nabi SAW menerima wahyu dan mendiktekannya. Yang lain biasa menghafalkannya, dan ada juga yang mencatat di bahan-bahan yang seadanya yang tersedia. Pakar-pakar yang mendukung pandangan bahwa qur’an belum dikumpulkan beralasan karena saat itu nabi SAW masih hidup sehingga selalu ada kemungkinan ayat-ayat tambahan, ayat-ayat yang dihapuskan, penempatan ayat-ayat yang dirubah.

Alasan ini terasa sangat janggal. Al-Qur’an diturunkan dalam unit-unit wahyu yang jumlahnya hanya beberapa ayat setiap turun (ada yang berpendapat setiap turun 5 ayat, 10 ayat dll) dan isinya tentang satu permasalahan tertentu, sehingga :
  • Kalau ada penambahan ayat tidaklah mungkin akan ditambahkan diantara satu unit wahyu karena itu akan sangat mengacak kontinuitas pesan dalam 1 unit wahyu tersebut.
  • Kalau toh ada ayat yang dibatalkan / dihapuskan tidaklah mungkin akan menghapus misalkan 2 ayat saja dari 1 unit wahyu / pesan yang terdiri dari misalkan 5 ayat karena akan sangat merusak pesan yang akan disampaikan. Namun kalau toh ini terjadi, sebetulnya juga tidak ada masalah karena nabi SAW cukup menyuruh mencoret saja ayat –ayat yang dihapuskan tersebut.
  • Kalau toh ada ayat yang dipindah tempat tidaklah mungkin memindah 1 atau 2 ayat saja dari 1 unit wahyu yang berisi pesan tertentu. Tidak masuk akal jika orang membaca 1 kesatuan ayat yang misalkan terdiri dari 5 ayat harus melompat sana melompat sini.
Lagipula penulisan Qur’an kan tidak langsung dijilid rapi seperti buku melainkan 1 unit wahyu ditulis dalam gulungan sendiri-sendiri sehingga jika terjadi revisi dapat dilakukan :
  • Jika ada penambahan ayat-ayat, cukup dituliskan dalam gulungan terpisah dan kemudian disisipkan diantara gulungan yang ada ditempat yang ditentukan oleh Allah SWT
  • Jika ada 1 unit wahyu ayat yang dibatalkan cukup diambil saja 1 gulungan unit wahyu tersebut dan dimusnahkan
  • Jika ada ayat-ayat tertentu saja dalam 1 unit wahyu dibatalkan cukup dicoret saja ayat-ayat yang dibatalkan tersebut, Gulungan tetap diposisikan ditempat semula
  • Jika ada 1 unit wahyu yang dipindah tempat tinggal pindahkan saja gulungan yang berisi unit wahyu tersebut ke tempat barunya.
Jadi, sebetulnya Al-Qur'an bisa dibukukan pada saat nabi SAW hidup!

Semua tulisan-tulisan yang ada belum dapat dikatakan mushaf yang lengkap. Banyak orang yang telah menghafalkan sebagian besar qur’an, yang mereka ulang-ulang saat berdoa dan mereka diktekan kepada sahabat-sahabat mereka. Selama nabi masih hidup, tidak diperlukan keberadaan satu kitab.
Sumber :
  • Bayhaqi, Dalail al Nubuwwa, vol 7 p 154
  • Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 235, 262
  • Suyutim Al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 202
  • Ahmad al Naraqi, Manahij al ahkam, p 152
`


D. PENGUMPULAN PERTAMA

Alasan Pengumpulan

Namun keadaan ini berubah setelah nabi SAW meninggal ditambah dengan kejadian-kejadian yang menimpa muslim saat itu. Kisah yang terekam dalam laporan adalah sbb : Dua tahun setelah nabi SAW meninggal, muslim terlibat dalam pertempuran berdarah di Yamama. Banyak penghafal qur’an yang meninggal.

Sumber :
  • Yaqubi, Kitab al Tarikh, vol 2 p 15, menyatakan kebanyakan penghafal qur’an meninggal selama peperangan. Keseluruhan, sekitar 360 muslim meninggal diantaranya adalah sahabat-sahabat nabi SAW yang terdekat
  • Tabari, Tarikh, vol 3 p 296
  • Ibn al Jazari, al Nashr, p 7, melaporkan yang tewas adalah 500 orang.
  • Ibn Kathir, Tafsir al Quran, vol 7 p 439
  • Qurtubi, al Jami li Ahkam al Quran, vol 1 p 50
  • Abd al Qahir al Baghdadi, Usul al Din p 283, menyebutkan yang tewas adalah 1200 orang.
Dikutip dari: Muqadimah Al-Qur’an Halaman 23

Diantara peperangan-peperangan itu yang terkenal adalah peperangan Yamamah. Tentara Islam yang ikut dalam peperangan ini kebanyakan terdiri dari para sahabat dan para penghafal Al-Qur’an. Dalam peperangan ini telah gugur 70 orang penghafal Al-Qur’an. Bahkan sebelum itu gugur pula hampir sebanyak itu dari penghafal Al-Qur’an di masa nabi pada suatu pertempuran di sumur Ma’unah dekat kota Madinah

Ada beberapa hal yang menarik untuk diperdebatkan :
  • Dalam beberapa laporan, disebutkan jumlah penghafal al-Qur’an yang tewas mencapai 500 orang dari keseluruhan korban tewas 1200 orang. Namun jika diteliti dari daftar nama 1200 muslim orang yang meninggal dalam perang ini, ternyata hanya 2 orang yang bisa dikatakan memiliki pengetahuan yang memadai akan al-Qur’an, yaitu Salim ibn Maqil dan Abdullah ibn Hafsh ibn Ganim
  • Perang Yamama terjadi di Asia Tengah dan dilakukan oleh kaum muslim yang baru memeluk Islam, apakah mereka dapat telah menghafalkan al-qur’an sedemikian banyak sehingga dikuatirkan sebagian al-qur’an akan lenyap?
Dalam beberapa laporan disebutkan seolah-olah puluhan / ratusan orang telah hafal qur’an dengan lengkap dan sempurna.

Dikutip dari: Sejarah dan Pengantar Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy Pustaka Rizki Putra, Semarang, 2000, halaman70


Kata Ibnu Atsir Al Jazary dlam kitab an Nasyr : Sahabat yang menghafal al Qur’an di masa nabi masih banyak yang hidup. Mereka tidak perlu menulis al Qur’an karena mereka sangat baik hafalannya. Diantara sahabat yang hafal al Qur’an seluruhnya adalah : Dari golongan muhajirin : (1) Abu Bakar, (2) Umar, (3) Usman, (4) Ali bin Abi Thalib, (5) Thalhah, (6) Sa’ad, (7) Hudzaifah, ( Salim (meninggal di Yamama), (9) Abu Huraira, (10) Ibn Masud, (11) Abdullah ibn Umar, (12) Abdullah ibn Abbas, (13) Amar ibn Ash, (14) Abdullah ibn Amar ibn Ash, (15) Muawiyah, (16) Ibnu Zubair, (17) Aisha, (1 Hafsa, (19) Ummu Salamah

Dari golongan Anshar: (20) Ubay bin Ka’b, (21) Muadz bin Jabal, (22) Zaid bin Tsabit, (23) Abu Darda, (24) Abu Zaid, (25) Haritsah, (26) Anas ibn Malik.

Selain itu terdapat pula beberapa shahaby, yaitu : (27) Ubadah ibn Shamit, (2 Fudalah bin Ubaid, (29) Maslamah bin Khalid, (30) Qais Abu Shashah, (31) Tamim Ad Dhary, (32) Uqbah bin Amir, (33) Salamah bin Makhlad, (34) Abu Musa al Asyhari

Jadi dari 34 nama yang dituliskan oleh Atsir bin Jazary, hanya 1 yang meninggal yaitu Salim. Jadi toh sebetulnya masih ada 33 orang yang diklaim hafal seluruh al-Qur’an. Kenapa khalifah Abu Bakar, atau Umar harus merasa khawatir hilangnya al-Qur’an jika mereka berdua saja dan 31 orang lainnya masih hafal seluruh al Qur’an?
Atau memang laporan bahwa begitu banyak orang yang hafal quran adalah satu hal yang dilebih-lebihkan?

Jika perang Yamamah terjadi sekitar tahun 11/12 H, berikut diinformasikan tahun meninggal beberapa sahabat yang diklaim hafal seluruh Al-Qur’an.
  1. Abu Bakar : 13 H
  2. Umar bin Khattab : 23 H
  3. Usman bin Affan : 35 H
  4. Ali bin abi Thalib : 40 H
  5. Muawiyah : 60 H
  6. Abdullah bin Umar (putra Umar) : masih hidup saat pembunuhan Usman (35 H)
  7. Thalhah : meninggal dalam perang Jamal (36 H)
  8. Zubair : meninggal dalam perang Jamal (36 H)
  9. Hudzaifah : masih hidup saat penaklukan Irak (14 H)
  10. Abu Huraira : meninggal 59 H
  11. Ibn Mas’ud : meninggal 33 H
  12. Ubay bin Kaab : meninggal 19 H / 22 H
  13. Abdullah ibn Abbas : meninggal 68 H
  14. Abu Musa : meninggal 42 H
Sumber :
  • 1 – 5 : Sejarah Islam, Ahmad Al-Usairy
  • 6 - 9 : Sejarah Islam, Rasul Ja’farian, 324, 325, 133
  • 10 : Dictionary of Islam, Thomas P Hughes
  • 11 – 14 : Rekonstruksi Sejarah Al-Qur’an, Taufik Adnan Amal, 169, 161, 182, 180
Terlihat bahwa begitu banyak “penghafal Al-Qur’an” yang masih hidup bertahun-tahun setelah perang Yamamah. Jadi alasan pengumpulan pertama sungguh patut diragukan keabsahannya dan kebenaran apakah memang ada pengumpulan pertama tersebut.


Beragam Versi Pengumpulan

Tentang siapa yang mempunyai ide pengumpulan pertama ini dan pelaksananya juga ada beberapa laporan yang berbeda-beda.

1). Versi Pertama : Ide pengumpulan berasal dari Umar Versi ini yang paling umum diterima dimana menyebutkan bahwa ide pengumpulan adalah berasal dari Umar yang dia sampaikan kepada Abu Bakar.

Dikutip dari : Bukhari, Volume 006, Buku 061, Hadis nomor 509 Dari Zaid bin Tsabit, ia berkata : Abu Bakar memberitahukan kepadaku tentang orang yang gugur dalam pertempuran Yamamah, sementara Umar berada disisinya. Abu Bakar berkata : “Umar telah datang kepadaku menceritakan bahwa peperangan Yamamah telah mengakibatkan gugurnya banyak penghafal Al-Qur’an, dan Umar khawatir akan berguguran pula para penghafal lainnya dalam peperangan-peperangan lain sehingga mungkin banyak bagian Al-Qur’an akan hilang. Umar minta agar aku memerintahkan untuk mengumpulkan Al-Qur’an. Lalu aku katakan kepada Umar : Bagaimana mungkin aku melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan Rasulullah

2). Versi Kedua Ide berasal dari Abu Bakar. Khawatir jika sebagian besar qur’an lenyap bersamaan dengan meninggalnya penghafal, Abu Bakar, khalifah pertama memerintahkan pengumpulan qur’an. Sahabat-sahabat nabi dan penghafal qur’an diminta untuk datang dan menginformasikan apa yang mereka ketahui baik bahan tertulis maupun hafalan. Abu Bakar memerintahkan Umar bin Khattab dan Zaid bin Tsabit untuk duduk dimuka pintu masuk masjid di Medina dan menuliskan setiap ayat atau bagian qur’an dimana setidaknya dikuatkan oleh kesaksikan 2 orang. Dalam satu kasus khusus, kesaksian 1 orang dianggap cukup yaitu dalam kasus 2 ayat terakhir dari surah 9 dimana hanya ditemukan pada Abu Khuzaima.

Sumber :
  • Bukhari, Sahih, vol 3 p 392-93
  • Tirmidhi, Sunan, vol 4 p 346-47
  • Abu Bakr al Marwazi, Musnad Abi Bakr al Siddiq, p 97-99, 102-4
  • Ibn Abu Dawud, Kitab al Masahif, p 6-7, 9, 20
  • Ibn al Nadim, Fihrist, p 27
  • al Khatib al Baghdadi, Mudih awham al jam wa l tafrig, vol 1 p 276
  • Bayhaqi, Dalail al Nubuwwa, vol 7 p 149-50

3) Versi Ketiga : Pengumpulan dilakukan oleh Ali Ada juga banyak laporan bahwa setelah nabi SAW meninggal, Ali bersumpah untuk tidak keluar dari rumah hingga berhasil mengumpulkan seluruh qur’an dalam satu mushaf. Ali bahkan tidak hadir saat pelantikan Abu Bakar sebagai khalifah pengganti kepemimpinan nabi SAW.

Ikrima melaporkan bahwa Ali bin Abi Thalib tinggal di rumahnya hingga setelah selesai pelantikan Abu Bakar. Dikabarkan bahwa Ali tidak senang dengan terpilihnya Abu Bakar. Maka Abu Bakar kemudian menemui Ali dan berkata, “Apakah engkau tidak senang dengan pelantikanku?” Ali menjawab, Tidak, demi Tuhan!” Abu Bakar bertanya kembali, “Kalau begitu apa yang menyebabkan engkau tidak hadir dalam pelantikanku?” Ali menjawab, “Aku melihat bahwa Al-qur’an telah ditambahkan, sehingga aku bernasar : “Aku tidak akan menggunakan jubahku kecuali untuk sembahyang, hingga aku bisa mengumpulkan Al-Qur’an.” Abu Bakar berkata, “Itu adalah hal yang sangat mulia.”

Sumber :
  • Ibn Sa’d, Kitab al Tabaqat al Kabir, vol 2 p 338
  • Ibn Abi Shayba, vol 6 p 148
  • Yaqubi, Kitab al Tarikh, vol 2 p 135
  • Ibn Abu Dawud, Kitab al Masahif, p 10
  • Ibn al Nadim, Fihrist, p 30
  • Abu Hilal al Askari, vol 1 p 219-20
  • Abu Buaym, vol 1 p 67
  • Ibn Abd al Barr, al Istiab, p 333-34
  • Ibn Juzay, vol 1 p 4
  • Ibn Abi al Hadid, vol 1 p 27
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 204, 248
  • Kulayni, al Kafi, vol 8 p 18
Setelah berhasil menyusun mushafnya, Ali menunjukkannya kepada sahabat-sahabat nabi, namun mereka menolaknya sehingga Ali harus membawanya pulang kembali. Sumber :
  • Sulaym b. Qays al Hilali, Kitab Sulaymn b. Qays, p 72, 108
  • Basair al Darajat, p 193
  • Kulayni, al Kafi, vol 2 p 633
  • Abu Mansur al Tabrisi, vol 1 p 107, 255-28
  • Ibn Shahrashub, Manaqib Al Abi Talib, vol 2 p 42
  • Yaqubi, Kitab al Tarikh, vol 2 p 135-6
Variasi cerita beragam, berikut diberikan lagi dari sumber syiah. Dikutip dari : Syi'ah dan Al Qur'an Dr. Ihsan Ilahi Zhahier http://media.isnet.org/islam/Etc/SQ1.html

Dalam riwayat yang dikemukakannya itu seorang ahli hadist Syi'ah mengatakan, bahwa menurut riwayat dari Abu Dzar Al-Ghifariy, ketika Rasul Allah s.a.w. wafat, Ali (bin Abi Thalib) mengumpulkan ayat-ayat suci Al-Qur'an kemudian diberikan kepada kaum Muhajirin dan Anshar, sebagaimana yang telah diwasiatkan kepadanya oleh Rasul Allah s.a.w. Ketika Al Qur'an yang dihimpun oleh Ali itu dibuka oleh Abu Bakar, pada halaman pertama ia menemukan ayat-ayat yang mengungkapkan keburukan golongannya. Melihat hal itu Umar naik pitam lalu berkata kepada Ali, "Hai Ali, ambillah Qur'an itu, kami tidak membutuhkannya!" Himpunan ayat-ayat itu lalu diambil kembali oleh Ali, kemudian ia pergi.

Umar memanggil Zaid bin Tsabit, seorang penghafal Al-Qur'an. Kepadanya Umar berkata, "Ali datang kepadaku membawa Al Qur'an, di dalamnya terdapat ayat-ayat yang menjelek-jelekkan kaum Muhajirin dan Anshar. Kami berpendapat lebih baik kita menghimpun Al Qur'an dan menghilangkan ayat-ayat yang menjelek-jelekan kaum Muhajirin dan Anshar." Beberapa hari kemudian Zaid datang membawa Al-Qur'an yang dikarang atas permintaan Umar. Ia berkata kepada Umar, "Jika kita telah selesai membuat Al Qur'an yang anda minta, kemudian Ali memperlihatkan Al Qur'an yang dihimpunnya sendiri, apakah semua yang telah anda kerjakan itu tidak akan sia-sia?" Umar berkata, "Lantas bagaimanakah cara untuk mengatasinya?" Zaid menjawab, "Tidak ada jalan lain kecuali kita harus membunuhnya agar kita dapat beristirahat dari gangguannya!". Umar lalu merencanakan pembunuhan Ali dengan menggunakan tangan Khalid bin Al Walid, tetapi gagal.

4) Versi Keempat : Pengumpul pertama adalah Salim Laporan lainnya menyatakan bahwa orang pertama yang mengumpulkan Qur’an adalah Salim, salah satu pelanggan Abu Hudayfa. Dilaporkan bahwa setelah nabi SAW meninggal, Salim bersumpah untuk tidak menggunakan jubahnya hingga berhasil mengumpulkan Qur’an dalam satu mushaf. Kisah ini sangat mirip dengan kisah Ali diatas, hanya beda subyeknya saja. Salim kemudian meninggal di pertempuran Yamama.
Sumber: Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 205, mengutip dari Ibn Ashta Kitab al Masahif

5) Versi Kelima : Murni oleh Umar - diselesaikan oleh Umar Laporan bersumber dari Noeldeke, Geschichte, halaman 17 yang mengutip dari Yaqubi, Kitab al Tarikh. Laporan menyatakan bahwa Karena Abu Bakar menolak mengumpulkan Al-Qur’an dengan alasan nabi tidak pernah melakukannya, maka Umar mengambil inisiatif sendiri untuk mengumpulkan Al-Qur’an dan menuliskannya sendiri. Kemudian Umar memerintahkan 25 orang Quraish dan 50 orang Anshar untuk menyalinnya dan mengajukannya kepada Said ibn al Ash. Jadi disini tidak ada peran Usman dan Zaid bin Tsabit sama sekali.

6) Versi Keenam: Ide oleh Umar - Penyelesaian oleh Usman Akibatnya muncullah laporan lain untuk menyelaraskan pertentangan ini dengan menyebutkan bahwa pengumpulan dilakukan oleh khalifah Umar, namun beliau meninggal sebelum pengumpulan selesai. Tugas ini kemudian dilanjutkan oleh Usman yang berhasil mengumpulkan quran yang resmi dalam satu mushaf.

Dikutip dari: Abu Hilal al Askari, vol 1 p 219 Umar ibn Khattab memutuskan mengumpulkan Al-Qur’an. Ia berdiri ditengah manusia dan berkata : “Barang siapa yang menerima bagian Al-Qur’an apapun langsung dari Rasulullah, bawalah kepada kami.” Mereka telah menulis yang mereka dengar (dari Rasulullah) di atas lembaran-lembaran, luh-luh dan pelepah-pelepah kurma. Umar tidak menerima sesuatupun dari seseorang hingga dua orang menyaksikan (kebenarannya). Tetapi ia terbunuh ketika tengah melakukan pengumpulannya. Usman bin Affan bangkit (melanjutkannya) dan berkata : “Barang siapa memiliki sesuatu dari Kitab Allah, bawalah kepada kami ..........

7). Versi Ketujuh: Ide pengumpulan oleh Usman Namun, beberapa laporan menolak pendapat bahwa telah ada perintah resmi pengumpulan quran sebelum masa khalifah Usman. Pengumpulan dilakukan oleh khalifah Usman. Jadi dalam hal ini sama sekali tidak ada peran dari Abu Bakar dan Umar dalam proses pengumpulan Al-qur’an

Sumber :
  • Ibn Asakir, Biography of Uthman, p 170
  • Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 241
Laporan ini diperkuat dengan beberapa kesaksian dari komunitas muslim awal.
Sumber :
  • Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 235
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol1 p 211
  • Ibn Asakir, Biography of Uthman, p 243-46
Jadi setidaknya ada 7 versi pengumpulan pertama Al-Qur’an dan ke 4 khalifah pertama (Abu Bakar, Umar bin Khathab, Usman bin Affan dan Ali) semuanya mendapat bagian untuk diceritakan sebagai pengumpul Al-Qur’an yang pertama.


NASIB MUSHAF PERTAMA

Menurut versi mayoritas yaitu versi pertama, semua bahan-bahan yang diperoleh Zaid bin Tsabit kemudian dituliskan dalam lembaran kertas atau perkamen namun belum dikumpulkan dalam satu mushaf dan disimpan oleh Abu Bakar. Sumber :
  • Yaqubi, Kitab al Tarikh, vol 2 p 135
  • Suyuthi, al Itqan fi Ulum al Quran, vol 1 p 185, 207, 208
Kemudian, lembaran-lembaran qur’an ini tidak dipublikasikan kepada umum. Sebagian muslim tetap memiliki qur’an dalam bentuk yang tercerai-berai. Lembaran-lembaran ini tetap dalam pemilikan Abu Bakar dan kemudian Umar. Setelah Umar meninggal suhuf kemudian disimpan oleh Hafsa (putri Umar).

Dikutip dari : Muqadimah Al-Qur’an, halaman 24

Dengan demikian Al-Qur’an dan seluruhnya telah ditulis oleh Zaid bin Tsabit dalam lembaran-lembaran dan diikatnya dengan benang, tersusun menurut urutan ayat-ayatnya sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Rasulullah, kemudian diserahkan kepada Abu Bakar. Mushaf ini tetap ditangan Abu Bakar sampai ia meninggal, kemudian dipindahkan ke rumah Umar bin Khattab dan tetap ada di sana selama masa pemerintahannya. Sesudah beliau wafat, mushaf itu dipindahkan ke rumah Hafsah, puteri Umar, istri Rasulullah sampai masa pengumpulan dan penyusunan Al-qur’an di masa khalifah Umar.

Namun ironisnya, mushaf “asli” yang menjadi dasar penyusunan mushaf Usman inipun pada akhirnya dimusnahkan oleh Marwan bin Al-Hakam. Dikutip dari : Studi Ulumul Qur'an, Muhammad bin Muhammad Abu Syuhbah Pustaka Setia, Juni 2003, halaman 40

Sepulangnya dari mengiring jenasah Hafsa, Marwan ibn Al-Hakam mengirim surat kepada saudara Hafsah, Abdulah ibn Umar, untuk mengirimkan mushaf-mushaf itu kepada Marwan dan menyuruhnya untuk merobek-robek mushaf tersebut......... Dia berkata, "Saya lakukan hal ini karena khawatir, ketika zaman berlalu atau dikemudian hari, manusia akan meragukan keadaan ini."

Catatan tambahan tentang mushaf Abu Bakar :
  1. Kenapa mushaf ini akhirnya HANYA DISIMPAN ABU BAKAR, UMAR dan HAFSAH putri Umar dan TIDAK DIPUBLIKASIKAN sama sekali padahal Abu Bakar dan Umar adalah pemimpin Islam saat itu?
  2. Kenapa mushaf tidak disebarluaskan untuk membantu lebih banyak lagi muslim yang akan menghafal al-qur’an, bukankah motif pengumpulannya karena mengingat kekuatiran akan berkurangnya penghafal qur’an dan hilangnya banyak bagian al-qur’an akibat peperangan?
  3. Kenapa mushaf ini pada akhirnya harus dimusnahkan juga kalau Zaid bin Tsabit hanya sekedar mengcopynya? Jawaban yang masuk akal adalah :
    1. Mushaf Hafsah tidaklah sempurna, ini berarti mitos hafalan sempurna tidaklah benar dan sekedar klaim bohong.
    2. Zaid bin Tsabit telah melakukan perubahan dalam mushaf yang disusunnya diera Usman


VALIDITAS PENGUMPULAN PERTAMA

Keabsahan cerita-cerita pengumpulan pertama oleh Abu Bakar, Umar dan Zaid bin Tsabit memang sangat meragukan. Cerita tentang keterlibatan mereka dalam pengumpulan Qur’an tidak pernah muncul dalam tulisan sebelum sekitar tahun 850 an M (sekitar 220 tahun setelah nabi SAW meninggal).

Sebagai contoh, cerita keterlibatan mereka tidak ada dalam :

1). kitab Tabaqat karya Ibn Sa’d (meninggal 845 M) dalam bagian yang membahas tentang Abu Bakar, Umar dan Zaid. Mustahil jika Ibn Sa’d tidak menuliskan keterlibatan mereka dalam pengumpulan jika hal itu memang terjadi.

2). kitab Musnad Ahmad bin Hanbal (meninggal 855 M) yang telah mengumpulkan begitu banyak laporan tentang jasa-jasa para sahabat nabi.


Jadi laporan dari Ibn Asakir dan Zarkasyi tentang tidak adanya usaha pengumpulan sebelum Usman tampaknya sangat masuk akal. Kisah-kisah pengumpulan oleh Abu Bakar dan Umar tampaknya diciptakan kemudian dengan tujuan :

1). untuk memberikan legitimasi tambahan bagi mushaf Usman

2). untuk memberikan kesan bahwa Al-Qur’an sudah dikumpulkan dengan sempurna segera setelah Muhammad SAW meninggal.



E. PENGUMPULAN KEDUA

KISAH PENGUMPULAN

Kisah pengumpulan kedua ini umumnya diterima secara mayoritas. Kisahnya adalah sebagai berikut. Dikutip dari : Sahih Bukhari Volume 6, Buku 61, Nomor 510 : Dikisahkan oleh Anas bin Malik: Hudhaifa bin Al-Yaman menghadap Usman. Ia tengah memimpin penduduk Siria dan Irak dalam suatu ekspedisi militer ke Armenia dan Azerbaijan. Hudhaifa merasa cemas oleh pertengkaran mereka (penduduk Siria dan Irak) tentang bacaan Al-qur’an. Maka berkatalah Hudhaifa kepada Usman : “Wahai Amir Al-Mu’minin, selamatkanlah umat ini sebelum mereka bertikai tentang Kitab (Allah), sebagaimana yang telah terjadi pada umat Yahudi dan Nasrani pada masa lalu.”

Kemudian Usman mengirim utusan kepada Hafsa dengan pesan : “Kirimkanlah kepada kami shuhuf yang ada ditanganmu, sehingga bisa diperbanyak serta disalin ke dalam mushaf-mushaf, dan setelah itu akan dikembalikan kepadamu.” Hafsah mengirim shuhufnya kepada Usman. Usman kemudian memerintahkan Zaid bin Thabit, 'Abdullah bin AzZubair, Said bin Al-As dan 'AbdurRahman bin Harith bin Hisham untuk menulis ulang manuskrip dengan sempurna. Usman berkata kepada ketiga orang Quraish, “Jika kamu berbeda pendapat dengan Zaid bin Thabit, maka tulislah dalam dialek Quraish karena Qur’an diturunkan dalam dialek tersebut. Mereka melakukannya dan kemudian membuat beberapa copy.

Usman mengembalikan mushaf asli kepada Hafsah. Mushaf-mushaf salinan yang ada kemudian dikirim Usman ke setiap provinsi dengan perintah agar seluruh rekaman tertulis al Qur'an yang ada - baik dalam bentuk fragmen atau kodeks - dibakar habis. Zaid bin Thabit berkata, “Satu ayat dari sura Ahzab hilang olehku saat kami mengcopy Qur’an dan aku biasa mendengar Rasulullah membacanya. Maka kami mencari ayat tersebut dan menemukannya pada Khuzaimah bin Thabit Al ansari. Ayat tersebut adalah : “Diantara orang-orang mumin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. (33 : 23)

Jadi Usman saat menjabat khalifah meminjam suhuf dari Hafsa dan kemudian menyalinnya dan menjilid dalam satu buku qur’an. Usman membuat beberapa copy dan dikirim ke beberapa daerah Islam dan kemudian memerintahkan pembakaran semua salinan qur’an yang lainnya dimanapun ditemukan.

Sumber :
  • Bukhari, vol 3 p 393-94,
  • Tirmidhi, Sunan, vol 4 p 347-8
  • Abu Bakr al Marwazi, Musnad Abu Bakr al Siddiq, p 99-101
  • Ibn Abi Dawud, Kitab al Masahif, p 18-21
  • Bayhaqi, Dalail al Nubuwwa, vol 7 p 15051
  • Abu Hilal Askari, Kitab al Awail, vol 1 p 218
Tindakan Usman membakar salinan Al-Qur'an ini tidaklah disetujui secara aklamasi oleh komnitas muslim awal. Berikut diberikan kutipan dari Abi Dawud. Sumber : Abi Dawud Kitab al-Masahif; dan al-Tabari, buku 1, chpt. 6, no. 2952 : Proses pembakaran terhadap salinan Qur’an yang ditulis oleh para saksi mata oleh Usman ini tidaklah disetujui oleh komunitas muslim secara umum. Mereka menyatakan bahwa Usman telah memusnahkan kitab Allah karena sesungguhnya qur’an adalah dalam banyak bentuk, dan Usman telah memusnahkan semuanya kecuali satu.


Validitas Tim Pengumpul

Kontrakdiksi muncul dari nama-nama tim penyusun karena ada beberapa laporan yang berbeda.

1). Versi Pertama Dengan mendasarkan dari sahih Bukhari diatas berarti ada 4 orang yaitu : Zaid bin Thabit, 'Abdullah bin AzZubair, Said bin Al-As dan 'AbdurRahman bin Harith bin Hisham

2). Versi Kedua Noeldeke dalam bukunya Geschichte, halaman 50 menuliskan ada 5 orang : Zaid bin Thabit, 'Abdullah bin AzZubair, Abdullah ibn Amr ibn al-Ash, Abdullah ibn Absas dan AbdurRahman bin Harith bin Hisham

3). Versi Ketiga Menurut Ibn Abi Dawud dalam Kitab Mashahif halaman 22 – 25 ternyata hanya mencatat 2 nama saja yaitu : Zaid bin Thabit dan Said bin Al-Ash

4). Versi Keempat Menurut Thabari dalam kitab Tafsirnya halaman 20 menuliskan 2 nama : Zaid bin Thabit dan Aban ibn Said ibn al Ash.

5). Versi Kelima Menurut Ibn Abi Dawud dalam kitab Mashahif halaman 25 mencatat pendapat lain lagi dimana penyusunnya adalah Ubay bin Ka’ab yang memimpin 12 orang. Namun pendapat ini tampaknya tidak benar karena Ubay bin Kaab diperkirakan telah meninggal sekitar 22 H.



VALIDITAS SUMBER YANG DIGUNAKAN

Kontradiksi ternyata juga muncul pada sumber yang digunakan untuk menyalin Al-Qur’an.

1. Versi Pertama : Sumber mushaf Hafsa Pendapat mayoritas menyebutkan sumber adalah dari mushaf Hafsa sebagaimana laporan berikut : Sahih Bukhari Volume 6, Buku 61, Nomor 510 : Dikisahkan oleh Anas bin Malik: ……. Kemudian Usman mengirim utusan kepada Hafsa dengan pesan : “Kirimkanlah kepada kami shuhuf yang ada ditanganmu, sehingga bisa diperbanyak serta disalin ke dalam mushaf-mushaf, dan setelah itu akan dikembalikan kepadamu.” Hafsah mengirim shuhufnya kepada Usman ……...

2). Versi Kedua : Sumber muhaf Ubay bin Ka’ab Pendapat minoritas menyebutkan bahwa Al-Qur’an dikumpulkan dari mushaf Ubay bin Kaab Sumber : Ibn Abi Dawud, Kitab Mashahif, p. 30

3). Versi Ketiga : Sumber mushaf Aisha Pendapat minoritas yang merupakan variasi dari versi Umar – Usman (versi ke 4) menyebutkan bahwa Al-Qur’an disalin dari mushaf Aisha menurut laporan dari Abdullah ibn Zubayr. Dikutip dari : Rekonstruksi Sejarah Al-Qur’an Taufik Adnan Amal Halaman 198

Dikisahkan ada seseorang yang datang kepada Umar dan melaporkan pertikaian umat Islam tentang Al-Qur’an. Karena itu Umar memutuskan untuk mengumpulkan Al-Qur’an dalam satu bacaan ….. namun Umar terbunuh ….. Orang yang sama kemudian menghadap Usman ...... Usman memerintahkan Abdullah ibn Zubayr untuk meminjam mushaf Aisha Setelah diteliti dan dilakukan perbaikan, Usmanlalu merobek-robek lembaran lainnya


VALIDITAS PERAN ZAID BIN TSABIT

Kontradiksi tidak berhenti pada siapa yang memiliki gagasan pengumpulan tersebut. Bahkan lebih jauh lagi, kontradiksi juga terjadi pada peran Zaid b. Tsabit dalam proses pengumpulan ini. Ada 3 versi yang berbeda-beda

1). Versi Pertama Mengisahkan bahwa pengumpulan dilakuan oleh Zaid bin Tsabit 2 kali, sekali dibawah Abu Bakar, sekali dibawah Usman Sumber :
  • Bukhari, vol 3 p 393-94
  • Tirmidhi, Sunan, vol 4 p 348
  • Ibn Abi Dawud, Kitab al Masahif, p 31
  • Ibn Asakir, Biography of Uthman, p 234-36)

2). Versi Kedua : Tidak menuliskan keterlibatan Zaid sama sekali, pengumpulan justru dilakukan oleh Ubay bin Kaab. Sumber :
  • Ibn Abi Dawud, Kitab al Masahif, p 10-11
Versinya adalah pada saat pengumpulan dilakukan oleh Abu Bakar, tim penyusun Al-Qur’an dipimpin oleh Ubay bin Kaab yang mendiktekan ayat-ayat kepada tim penyalin. Ketika mencapai pada ayat 9 : 127, beberapa diantara tim penyalin memandang bahwa ayat ini adalah yang terakhir kali diwahyukan nabi SAW. Tetapi, Ubay menunjukkan bahwa nabi telah mengajarkannya 2 ayat lagi (9 : 128 dan 129) yang merupakan bagian terakhir dari wahyu.


3). Versi Ketiga : Dua laporan lainnya bahkan menyebutkan Zaid bin Tsabit telah mengumpulkan qur’an bahkan saat nabi masih hidup, dalam bentuk fragmen-fragmen yang ditulis dibahan-bahan primitif. Sumber :
  • Tirmidhi, Sunan, vol 5 p 390
  • Al Hakim al Naysaburi, al Mustadrak, vol 2 p 229, 611
Namun versi ketiga ini jelas betabrakan dengan laporan yang dikutip oleh Suyuthi yang menyatakan saat nabi meninggal qur’an belum dikumpulkan Sumber :
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 202


F. CACAT DALAM PENGUMPULAN

Namun dalam proses pengumpulan oleh Usman ternyata tidak sesempurna yang dibayangkan. Beberapa karya-karya klasik ulama dan pakar muslim melaporkan bahwa beberapa wahyu ternyata telah hilang sebelum pengumpulan oleh Abu Bakar.

Laporan Umar
Dilaporkan, sebagai contoh, Umar mencari ayat tertentu yang hanya diingatnya samar-samar. Namun dengan menyesal akhirnya Umar menemukan bahwa orang yang menghafal ayat tersebut telah terbunuh dalam perang Yamama sehingga ayat tersebut hilang selamanya. Ia mengekspresikan rasa kehilangannya dengan mengucapkan inna li-llahi wa inna ilayhi raji un, lalu memerintahkan untuk mengumpulkan Al-Qur’an, sehingga Umar adalah orang yang pertama yang mengumpulkan Al-Qur’an kedalam mushaf.

Sumber :
  • Ibn Abi Dawud, Kitab al Masahif, p 10
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 204
Umar juga mengingat keberadaan ayat lain yang dikeluarkan dari Qur’an

Sumber :
  • Mabani, p 99
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 84
  • Ibn Abi Shayba, vol 14 p 564, ekspresi yang digunakan adalah Faqadnah, artinya “kita kehilangan ayat tersebut”)
Atau mungkin hilang, termasuk didalamnya adalah ayat tentang kewajiban terhadap orang tua

Sumber :
  • Abd al Razzaq, vol 9 p 50
  • Ahmad b. Hanbal, vol 1 p 47, 55
  • Ibn Abi Shayba, vol 7 p 431
  • Bukhari, vol 4 p 306
  • Ibn Salama, al Nasikh wal Mansukh, p 22
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 84
  • Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 39 (mengacu pada Abu Bakar)
Dan ayat tentang jihad Sumber :
  • Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 403
  • Mabani, p 99
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 84
Menurut laporan Suyuthi dalam Al-Itqan dikisahkan bahwa Umar bertanya kepada Abdulah Rahman bin Auf apakah mengingat ayat berikut : Berjuanglah seperti kalian berjuang untuk pertama kalinya.

Klaim Umar terutama tentang ayat pertama (kewajiban terhadap orang tua) diperkuat oleh tiga orang lainnya yang memiliki otoritas dalam qur’an yaitu Zayd b. Thabit, 'Abd Allah b. 'Abbas, dan Ubayy b. Ka'b.

Sumber :
  • Abd al Razzaq, vol 9 p 52
  • Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 400
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 84
Contoh laporan lainnya dalam Suyuthi - Al Itqan adalah : Al Tabrani melaporkan bahwa Umar bin Khattab berkata, “Al-Qur’an itu terdiri dari 1.027.000 kata.”

Sementara Al-Qur’an yang ada sekarang hanya tinggal sekitar 1/3 nya.



AYAT RAJAM

Umar juga mengingat keberadaan ayat rajam sebagai hukuman bagi pezinah.

Sumber :
  • Malik b. Anas, Muwatta, vol 2 p 824
  • Ahmad b. Hanbal, vol 1 p 47, 55
  • Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 398, 455
  • Bukhari, vol 4 p 305
  • Muslim, Sahih, vol 2 p 1317
  • Ibn Maja, Sunan, vol 2 p 853
  • Tirmidhi, Sunan, vol 2 p 442-3
  • Abu Dawud, Sunan, vol 4 p 145
  • Ibn Qutayba, Tawil mukhtalif al hadith, p 313
  • Ibn Salama, al Nasikh wal Mansukh, p 22
  • Bayhaqi, al Sunan al Kubra, vol 8 p 211, 213
Dikutip dari : Bukhari: vol. 8, hadis 817, halaman 539-540; buku 82
…….. , dan diantara yang dinyatakan Allah adalah ayat-ayat tentang Rajam, dan kami telah menghafalkan dan mengerti ayat-ayat tersebut. Rasul Allah melakukan hukuman ini begitu juga kami. Saya khawatir bahwa setelah waktu lama berlalu, seseorang akan berkata, Demi Allah, kami tidak menemukan ayat-ayat Rajam dalam buku Allah”. …

Tetapi Umar tidak dapat meyakinkan sahabat-sahabatnya untuk memasukkan ayat rajam kedalam qur’an sebab tidak ada yang menyokong pendapatnya sehingga persyaratan minimal kesaksian 2 orang tidak terpenuhi.

Sumber :
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 206
Namun, beberapa sahabat nabi kemudian mengingat keberadaan ayat rajam tersebut termasuk Aisha

Sumber :
  • Ahmad b. Hanbal, vol 5 p 183 (mengutip Zayd b. Thabit dan Said al-As Abd al Razzaq
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 82, 86
  • Suyuthi, al Durr al Manthur, vol 5 p 180 (mengutip Ubayy b. Ka'b dan Ikrima)
Menurut laporan Suyuthi dala Al-Itqan, ayat rajam ini dilaporkan ada dalam mushaf Ubay bin Ka’b dan ditempatkan di sura 33. Bunyi ayat ini adalah : Apabila seorang laki-laki dewasa dan seorang perempuan dewasa berzina, maka rajamlah keduanya,itulah kepastian hukum dari Tuhan, dan Tuhan maha kuasa lagi bijaksana.


Laporan Aisyah
Aisha melaporkan bahwa bahwa ada satu lembaran yang berisi 2 ayat, termasuk ayat-ayat rajam, ditulis dalam lembaran yang disimpan dibawah tempat tidurnya. Sayang pada waktu pemakaman nabi SAW, seekor binatang memakannya hingga musnah. Disebutkan dalam bahasa Arab “dajin”, yang dapat berarti hewan seperti kambing, domba ataupun unggas.

Sumber :
  • Ibrahim b. Ishaq al Harbis, Gharib al hadith menyebutkan “shal” yang berarti domba
  • Zamakshari, al Kashaf, vol 3 p 518, footnote
  • Sulaym b. Qays al Hilali, Kitab Sulaymn b. Qays, p 108
  • Al Fadl b. Shadahn, al Idah, p 211
  • Abd al Jalil al Qazwini, p 133
Peristiwa hilangnya ayat-ayat Al-Qur’an akibat dimakan binatang sungguh menggelikan, menyedihkan dan kuatirnya menimbulkan pemahaman bahwa Allah SWT adalah pembohong kelas kakap karena tidak bisa memenuhi apa yang dia janjikan dalam ayat berikut :

QS 15 : 9 : Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya [793].

Peristiwa terjadi saat rumah sedang sibuk dengan pemakaman nabi SAW.

Sumber :
  • Ahmad b. Hanbal, vol 4 p 269
  • Ibn Maja, Sunan, vol 1 p 626
  • Ibn Qutayba, Tawil, p 310
  • Shafi'i, Kitab al Umm, vol 5 p 23, vol 7 p 208
Menurut laporan dari Ibn Maja menceritakan bahwa Aisyah berkata : ayat al-Radha'ah sebanyak 10 kali telah diturunkan oleh Allah SWT dan ditulis dalam mushaf di bawah katilku, tetapi manakala wafat Rasulullah dan kami sibuk dengan pemakamannya maka ayat-ayat tersebut HILANG.

Satu contoh adalah laporan dari Suyuthi dalam Al-Itqan sbb : Aisyah menyatakan Surah al-Ahzab 33 : 56 pada masa Nabi adalah LEBIH PANJANG yaitu dibaca "Wa'ala al-Ladhina Yusaluna al-Sufuf al-Uwal" selepas "Innalla ha wa Mala'ikatahu Yusalluna 'Ala al-Nabi..." Aisyah berkata,"Yaitu sebelum USMAN MENGUBAH mushaf-mushaf."
Aisha dilaporkan menyatakan bahwa saat nabi SAW hidup, sura 33 (al-Ahzab) adalah 3 kali lebih panjang daripada yang ada dalam mushaf Usman.

Sumber :
  • Al Raghib al Isfahani, Muhadarat al Udaba, vol 4 p 434
  • Suyuti, al Durre Manthur, vol 5 p 180
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 226
Kutipan dari Suyuthi : Aisyah berkata, "Surah al-Ahzab dibaca pada zaman Rasulullah SAW SEBANYAK 200 AYAT, tetapi pada masa Usman menulis mushaf surah tersebut TINGGAL 173 AYAT SAJA."


LAPORAN ANAS BIN MALIK
Anas b. Malik mengingat satu ayat yang turun saat beberapa muslim terbunuh dalam perang, tetapi kemudian hilang
Sumber :
  • Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 399
  • Tabari, Jami al Bayan, vol 2 p 479
Ayat yang diingat Anas bin Malik adalah : Sampaikanlah kepada kaum kami bahwa kami telah bertemu Tuhan kami, dan Dia ridha kepada kami serta kamipun ridha kepadaNya.


LAPORAN ABDULLAH BIN UMAR
Abdullah ibn Umar menyatakan banyak bagian qur’an yang telah hilang.

Sumber :
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 81-82
Yang dikatakan oleh Abdullah bin Umar adalah : Sungguh seorang diantara kamu akan berkata, “Saya telah mendapatkan Al-Qur’an yang lengkap.” Dan tidak mengatahui taraf kelengkapannya. Sesungguhnya banyak bagian Al-Qur’an yang telah hilang, dan karena itu seharusnya ia berkata, “Saya telah mendapatkan yang masih ada”


LAPORAN UBAY BIN KA’AB
Ubay b. Ka’b, sebagai contoh, menuliskan sura 98 berbeda dimana Ubay mengklaim versi dia adalah dia dengar langsung dari nabi SAW. Menurut Arthur Jefrey dalam Materials , ayat yang dimaksud berbunyi : Sesunguhnya agama disisi Allah adalah al hanifiyah, bukan Yahudi dan bukan pula Nasrani. Maka barang siapa yang berbuat baik, tidak akan diingkari jerih payahnya.

Ubay juga berpendapat bahwa sura 33 (al-Ahzab) seharusnya lebih panjang, dimana yang dia yakin ingat adalah ayat-ayat rajam yang tidak tertulis dalam mushaf Usman.
  • Ahmad b. HAnbal, vol 5 p 132
  • Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 405
  • Bayhaqi, al Sunan al Kubra, vol 8 p 211
  • Al Hakim al Naysaburi, al Mustadrak, vol 2 p 415
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 82 (klaim yang sama tentang jumlah ayat sura 33 dan keberadaan ayat-ayat rajam diutarakan oleh Umar dan Ikrima dalam Suyuti, al Durre Manthur, vol 5 p 180)
Klaim Ubay juga diperkuat oleh Zayd b. Thabit

Sumber :
  • Zarkasi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 2 p 35, dimana ayat dikatakan seharusnya berada di Sura 25 (al Nur)
  • Mabani, p 83 dan 86, menyatakan ayat seharusnya berada di Sura al Ahzab
Suyuthi dalam Al Itqan bahkan melaporkan Zaid bin Tsabit mengerti ayat ini. Zaid ibn Thabit and Sa'id bin al-As sedang menuliskan mushaf dan saat mereka sampai pada ayat ini Zaid berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW berkata : ‘Lelaki dewasa dan perempuan dewasa yang berzinah, rajamlah mereka sebagai hukuman’. Umar kemudian berkata, “Ketika ayat diturunkan aku menemui Rasulullah SAW dan berkata, ‘Akankan aku tulis ayat ini’, tetapi Rasulullah terlihat ragu-ragu.

Dua sura pendek yang dikenal dengan Sural al-Hafd dan Sura al-Khal tercatat dalam mushaf Ubayy

Sumber :
  • Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 400-1
  • Ibn al Nadim, Fihrist, p 30
  • Al Raghib al Isfahani, Muhadarat al Udaba, vol 4 p 433
  • Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 2 p 37
  • Haytami, Majam al Zawaid, vol 7 p 157
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 226, 227
Menurut Arthur Jefrey dalam Materials ayat-ayat tersebut adalah sebagai berikut :
Surat Al Khal : Dengan nama Allah yang maha pengasih, maha penyayang
1. Ya Allah, kami memohon kepadaMu pertolongan dan ampunan
2. Kami menyanjungMu dan tidak bersikap kafir kepadaMu
3. Kami ungkapkan puja puji kepadaMu dan kami tinggalkan orang-orang yang berlaku curang kepadaMu

Surat Al Hafd : Dengan nama Allah yang pengasih, yang penyayang
1. Ya Allah, kepadaMu-lah kami menyembah
2. Dan kapadaMu-lah kami bersembahyang serta bersujud
3. Dan kepadaMu-lah kami berjalan bergegas-gegas serta bersegera
4. Dan berharap akan limpahan rahmatMu
5. Dan kami takut akan azabMu
6. Sesungguhnya azabmu menimpa semua orang yang kafir

Kedua sura tersebut tercatat juga dalam mushaf Ibn Abbas dan Abu Musa al Ashari
Sumber :
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 227
Diketahui juga oleh Umar
Sumber :
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 226-7
Diketahui juga oleh sahabat-sahabat nabi lainnya.
Sumber :
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 227, vol 3 p 85
Kutipan dari Suyuthi adalah : Dua surah yang bernama "al-Khal" dan "al-Hafd" telah ditulis dalam mushaf Ubayy bin Ka'b dan mushaf Ibn Abbas, sesungguhnya Ali AS mengajar kedua surah tersebut kepada Abdullah al-Ghafiqi, Umar b. Khatttab dan Abu Musa al-Asy'ari juga membacanya.


LAPORAN HUDHAYFA
Kesaksian juga diperkuat oleh Hudhayfa b. al-Yaman yang menemukan sekitar 70 ayat tidak tercantum dalam mushaf Usman. Ayat-ayat yang biasa dibacanya saat nabi SAW masih hidup.

Sumber :
  • Suyuti, al Durre Manthur, vol 5 p 180, mengutip dari Bukhari, Kitab at Tarikh

Hudhayfa juga meyakini bahwa Sura 9 (al-Bara'a) dalam mushaf Usman hanyalah ¼ dari yang biasa dibacakan saat nabi SAW masih hidup.

Sumber :
  • Al Hakim al Naysaburi, al Mustadrak, vol 2 p 331
  • Haytami, Majam al Zawaid, vol 7 p 28-29
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 84

Kutipan dari al Mustadrak Menurut Hudhayfa, muslim membaca “hanya seperempat dari Sura al Tawba yang berarti sebagian besar dari ayat-ayatnya telah hilang

Pendapat ini diperkuat oleh ahli hukum terkenal abad 2 H yaitu Malik b. Anas, pendiri sekolah hukum Islam Maliki

Sumber :
  • Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 263
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 226
Dilaporkan juga bahwa Suras 15 (al-Hijr) and 24 (al-Nur) seharusnya lebih panjang dari yang tercantum dalam mushaf Usman.

Sumber :
  • Sulaym b. Qays al Hilali, Kitab Sulaymn b. Qays, p 108
  • Abu Mansur al Tabrisi, al Intijaj, vol 1 p 222, 286
  • Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 2 p 35


LAPORAN ABU MUSA
Abu Musa al-Ash'ari mengingat keberadaan 2 sura yang panjang dimana hanya satu ayat dari 2 sura itu yang dia masih ingat. Namun 2 sura itu tidak ada dalam mushaf Usman.

Sumber :
  • Muslim, vol 2 p 726
  • Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 405
  • Abu Nuaym, Hilyat al Awliya, vol 1 p 257
  • Bayhaqi, Dalai, vol 7 p 156
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 83
Satu ayat yang diingat oleh Abu Musa dalam sebuah sura yang panjangnya menyerupai sura musabbihat (sura 57, 59, 61, 62 dan 64) menurut Imam Muslim adalah : Hai orang-orang beriman, mengapa kalian katakan apa yang tidak kalian lakukan? Maka dituliskan sebuah kesaksian di leher-lehermu dan kalian akan ditanya tentangnya di hari berbangkit.
Satu dari 2 ayat yang dia ingat (Jika anak Adam memiliki 2 timbunan emas, dia akan mencari yang ketiga) juga dikutip oleh sahabat-sahabat nabi SAW yaitu Ubayy. Dalam mushaf Ubay, ayat ini ditempatkan di QS 10 diantara ayat 24 dan 25.

Sumber :
  • Ahmad b. Hanbal, vol 5 p 131-32
  • Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 400-01
  • Tirmidhi, Sunan, vol 5 p 370
  • Al Hakim al Naysaburi, al Mustadrak, vol 2 p 224
Juga oleh Ibn Masud

Sumber :
  • Al Raghib al Isfahani, Muhadarat al Udaba, vol 4 p 433


LAPORAN IBN ABBAS
Ibn 'Abbas juga melaporkan adanya ayat tentang anak Adam

Sumber :
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 227
Dikutip dari Sahih Muslim no. 2285 Ibn Abbas melaporkan bahwa rasulullah berkata, “Jika anak Adam memiliki timbunan kekayaan, dia akan mencari yang berikutnya, dan dia tidak akan merasa kenyang kecuali dengan debu .....


LAPORAN MASLAMA
Maslama b. Mukhallad al-Ansari menyebutkan 2 ayat lagi yang tidak terdapat dalam mushaf Usman.

Sumber :
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 84
Ayat yang dimaksud berbunyi :

1. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjuang di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka, maka bergembiralah kamu, karena sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang beruntung
2. Dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan membantu serta berperang bersama mereka melawan kaum yang dikutuk Tuhan, maka tak satu jiwapun yang mengetahui apa yang disimpankan untuk mereka dari berbagai hal yang menyenangkan pandangan mata, sebagai balasan terhadap apa yang mereka lakukan.
Dan Aisha melengkapi dengan ayat yang ke 3.

Sumber :
  • Abd al Razzaq, vol 7 p 470
  • Ibn Maja, Sunan, vol 1 p 625, 626


LAPORAN IBN MAS’UD
Ibn Mas’ud tidak memasukkan sura 1, 113, dan 114 dalam mushafnya

Sumber :
  • Ibn Abi Shayba, vol 6 p 146-47
  • Ahmad b. Hanbal, vol 5, p 129-30
  • Ibn Qutayba, Tawail mushkil al Quran, p 33-34
  • Ibn al Nadim, Fihrist, p 29
  • Baqillani, al Intisar, p 184
  • Al Raghib al Isfahani, Muhadarat al Udaba, vol 4 p 434
  • Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 251, vol 2 p 128
  • Haytami, Majam al Zawaid, vol 7 p 149-50
  • Suyuthi, al Itqan fi Ulum al Quran, vol 1 p 224, 226, 270-73
Menurut laporan Suyuthi : Ibn Mas’ud menolak memasukkan surah 1, 113 dan 114, karena sura-sura tersebut adalah doa-doa dan mantera untuk mengusir setan. Hal ini diperkuat dengan laporan dari al Razi, al Tabari dan Ibn Hajar
Namun ada beberapa kata dan kalimat dalam mushaf Mas’ud yang tidak terdapat dalam mushaf Usman

Sumber :
  • Arthur Jeffrey, Materials for the History of the Text of the Quran, the Old Codices, p 20-113

Mas’ud dan beberapa sahabat nabi lainnya juga mencatat beberapa ayat yang berbeda dari mushaf Usman.

Sumber :
  • Arthur Jeffrey, Materials for the History of the Text of the Quran, the Old Codices, p 114-238
Tidak mengherankan jika dilaporkan bahwa Ibn Masud menolak Qur’an hasil tulisan Zaid bin Tsabit sebagaimana terekam dalam laporan berikut : Dikutip dari : Ibn Sa'd's Kitab al-Tabaqat al-Kabir, vol. 2, p.444

Orang-orang telah berdosa dengan berbohong tentang bacaan Qur’an. Aku memilih untuk membaca Qur’an menurut apa yang aku terima dari Rasulullah daripada menurut apa yang ditulis oleh Zaid bin Tsabit. Demi Allah! Aku telah menghafal lebih dari 70 surah langsung dari mulut Rasulullah disaat Zaid masih anak kecil ......


LAPORAN USMAN
Namun yang paling ironis adalah kesalahan mushaf ternyata diketahui juga oleh Usman, laporannya adalah sbb : Biographical Dictionary Ibn Khallikan, p. 401 : Abu Amr menyatakan bahwa dia mendengar kisah ini dari Katada as Sadusi : “Ketika mushaf Usman ditulis dan diserahkan kepada Usman bin Affan, dia berkata, ‘Ada kesalahan-kesalahan bahasa didalam mushaf, tetapi biarkan orang-orang Arab di padang pasir memperbaikinya dengan pengucapan mereka.


LAPORAN ALI BIN ABI THALIB
Dikutip dari : Merenungkan Sejarah Alquran Luthfi Assyaukanie http://islamlib.com/id/page.php?page=article&id=447
Ibn Mas’ud bukanlah seorang diri yang tidak menyertakan al-Fatihah sebagai bagian dari Alqur’an. Sahabat lain yang menganggap surah “penting” itu bukan bagian dari Alquran adalah Ali bin Abi Thalib yang juga tidak memasukkan surah 13, 34, 66, dan 96. Hal ini memancing perdebatan di kalangan para ulama apakah al-Fatihah merupakan bagian dari Alquran atau ia hanya merupakan “kata pengantar” saja yang esensinya bukanlah bagian dari kitab suci.


LAPORAN IBN AL-NADIM
Dalam buku Fihrist karya al-Nadim, halaman 79 dituliskan daftar buku-buku kuno yang membahas tentang perbedaan antar manuskrip Qur’an kuno sbb :

Buku Tentang Perbedaan Manuskrip (Qur’an):
  1. Perbedaan Antara Manuskrip Penduduk Madina, Kufa dan Basrah menurut al Kisai
  2. Kalaf, Buku Tentang Perbedaan Manuskrip
  3. Perbedaan antara Penduduk Kufa, Basra dan Siria tentang Manuskrip, karya al Farra
  4. Perbedaan Antar Manuskrip, karya al Sijistani
  5. Al Mada’ini tentang perbedaan antar manuskrip dan pengumpulan al Qur’an
  6. Perbedaan Manuskrip antara Penduduk Syria, Hijaz dan Iraq, karya Ibn Amir al Yashubi
  7. Buku karya Muhammad ibn ‘Abd Al-Rahman al-Isbahani tentang perbedaan manuskrip
Dari daftar yang dibuat oleh Ibn Al Nadim sekitar tahun 988 ternyata sudah ada setidaknya 7 buku karya ulama kuno yang membahas tentang perbedaan antar manuskrip qur’an kuno. Perbedaan ini ternyata terjadi setidak-tidaknya antara 4 copy yang dikirim oleh Usman yaitu Medina, Kufa, Basra dan Syria (Damaskus).



G. PENUTUP

Laporan diatas membuktikan betapa catatan sejarah tentang pengumpulan Al-Qur’an sungguh mengalami variasi dan kontradiksi yang sangat mendasar.

Seorang pakar Al-qur’an di Indonesia yaitu DR. Quraish Shihab dalam pengantarnya untuk buku Rekonstruksi Sejarah Al-Qur'an karya Taufik Adnan Amal, FKBA, 2001, berkata sbb :

halaman xvii ... Artinya, masih diperlukan upaya-upaya serius untuk "mengakhiri" berbagai hal yang menyelimuti sejarah al-qur'an. .................


Sementara seorang pakar muslim dari Libanon, DR Subhi as Shalih berpendapat :

Sumber : Membahas Ilmu Ilmu al-Qur'an DR. Subhi As Shalih Pustaka Firdaus, April 2001, hal 1 :

.... ada banyak riwayat dan pendapat dalam kitab-kitab sebelumnya yang saling bertentangan .... hal-hal yang kontradiktif tadi merupakan sumber penyakit dan pangkal musibah bagi umat Islam.


Sementara seorang pemikir muda yaitu Sumanto Al-Qurtuby yang juga adalah Direktur Eksekutif ILHAM Institute berpendapat :

Sumber : Lubang Hitam Agama Sumanto Al-Qurtuby Penerbit RumahKata, 2005, halaman 36 – 37

Menyadari realitas sejarah yang demikian, umat Islam bukan melakukan kritik diri sebaliknya membela mati-matian otoritas dan supremasi teks Al-Qur’an seraya menggembar-gemborkan sebagai teks yang otentik, asli, original, made in Tuhan, bukan teks palsu, imitasi seperti Bibel, Injil dan lainnya. Ini adalah bagian dari lelucon yang tidak lucu dari umat Islam yang katanya umat terbaik itu


Padahal teks Al-Qur’an yang sekarang ini tidak lebih adalah HASIL PENULISAN ULANG DI Kairo pada tahun 1923.

Dikutip dari : Merenungkan Sejarah Alquran Luthfi Assyaukanie
http://islamlib.com/id/page.php?page=article&id=447

Alquran dalam bentuknya yang kita kenal sekarang sebetulnya adalah sebuah INOVASI yang usianya tak lebih dari 79 tahun. Usia ini didasarkan pada upaya pertama kali kitab suci ini dicetak dengan percetakan modern dan menggunakan STANDAR EDISI MESIR PADA TAHUN 1924.

Siapakah Al Masih itu ?





Kesaksian para nabi mengenai Yesus Kristus ( Isa Al-Masih ),

Ada 300+ nubuatan tentang kedatangan pertama Al-Masih didalam kitab Yahudi Tanakh/ Alkitab Perjanjian Lama.


Kepada keturunan Adam mengenai ular ( oleh Musa ) -4000 SM,


"Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."" (Kejadian 3:15).
(cf. 1 Korintus 15:54-57; Ibrani 2:14-15)
Al-Masih/ Kristus akan meremukkan kepala ular yang adalah iblis dengan mengalahkan maut.
Keturunannya disini adalah satu orang dalam bentuk tunggal bukan jamak yang dijelaskan di Galatia 3:16,


"Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan "kepada keturunan-keturunannya" seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: "dan kepada keturunanmu", yaitu Kristus."


Setelah Adam dan Hawa berdosa Tuhan mereka merasa malu dan Tuhan menutupi mereka dengan kulit binatang. Tuhan juga menerima pengorbanan dari Abel karena itulah yang sulung dari kawanan dombanya.
Darah dari hewan kurban ini menutupi untuk sementara pengaruh dosa dan menunda penghakiman Tuhan.
Dosa dan pengaruhnya adalah problem terbesar bagi umat manusia.
Dosa inilah yang menyebabkan keretakan hubungan antara manusia dan Tuhan.



Kepada Abraham (oleh Musa) - 2000 SM

"Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."" (Kejadian 12:2-3).
(cf. Galatia 3:16)
Yesus Kristus telah dan akan selalu menjadi berkat bagi seluruh umat manusia.


..., sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.""Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu."" (Kejadian 21:12-13).
Yesus Almasih adalah keturunan dari Ishak.



Kepada Ishak (oleh Musa) -1900 SM


"Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu." (Kejadian 26:3).
(cf. Kisah 3:22-26)
Janji ini ditegaskan kembali kepada Ishak langsung.



Kepada Yakub (oleh Musa) - 1800 SM


"Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu." ... olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." (Kejadian 28:13-14).
(cf. Kisah 3:22-26)
Yesus Almasih telah menjadi berkat kepada semua umat manusia melalui keturunan dari Abraham, Ishak dan Yakub.


"Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa." (Kejadian 49:10).
(cf. Ibrani 7:14; Wahyu 5:5)
Yesus Almasih adalah keturunan dari suku Yehuda dan Musa bernubuat bahwa keturunan dari suku Yehuda ini akan menjadi penguasa dunia.


Kepada Bileam ( oleh Musa ) - 1400 SM


"Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang;... bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel,... (Bilangan 24:17). (cf. Wahyu 4:1-9:21)



Kepada Musa - 1400 SM


"seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban." (Ulangan 18:18-19).
(cf. Lukas 3:23-34; Yohanes 6:14; 12:47-50; 14:31; 17:6-8)
Yesus Almasih adalah keturunan dari Israel dan dari konteksnya di Ulangan 17:15 nabi ini harus berasal dari ke 12 keturunan Israel.



Kepada Samuel - 1000 SM


"... kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya."" (2 Samuel 7:16).
(cf. Lukas 1:31-33; Matius 22:41-46)
Janji ini diberikan kepada Raja Daud dan kerajaannya untuk selama-lamanya. Yesus Almasih adalah keturunan Daud dan kerajaanNya akan berlanjut untuk selama-lamanya.



Kepada Ayub - tidak diketahui tahunnya.


"Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah, yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu." (Ayub 19:25-27).
(cf. Galatia 3:14; Wahyu 14:1; 22:20)
Yesus Almasih adalah penebus dosa yang telah datang dan akan kembali lagi dan Dialah yang akan menjadi perantara manusia dengan Tuhan.



Kepada Daud - 1000 SM


Mazmur 2 ( cf. Lukas 22:66-23:4) Raja yang dibicarakan disini sudah dinubuatkan di Kejadian 49:10 dan Bilangan 24:17,19 sebagai seorang yang bisa meremukkan bangsa-bangsa semudah memecahkan periuk dan disebut sebagai Anak Tuhan, Raja yang diurapi, yang artinya Mesias Tuhan/ ALmasih atau Raja diatas segala raja.


Mazmur 22 (cf. Yohanes 19:17-37; Matius 27:46)
Mazmur ini berisi kata-kata yang diucapkan oleh penonton di kayu salib.
Pemazmur ini berbicara tentang kondisi fisik Yesus yang tulangnya keluar dari persendian, habis kekuatannya, kehausan, dan tertusuk tangan dan kakinya.
Kondisi seperti inilah yang terjadi dalam tiap peristiwa penyaliban pada waktu itu.



Mazmur 110 (cf. Ibrani 7,8 dan 9 ) Yesus Almasih adalah Raja dan Imam yang kekal.
Raja yang diurapi atau Almasih memiliki kekuasaan dan otoritas dari Tuhan.
Ia juga disebut sebagai Imam besar.
Seorang imam mempersembahkan korban di hadapan Tuhan untuk menghapus dosa dan meneguhkan janji-janji Tuhan.



Kepada Solomo - 900 SM


"Siapakah yang naik ke sorga lalu turun? Siapakah yang telah mengumpulkan angin dalam genggamnya? Siapakah yang telah membungkus air dengan kain? Siapakah yang telah menetapkan segala ujung bumi? Siapa namanya dan siapa nama anaknya? Engkau tentu tahu!" (Amsal 30:4). (cf. Lukas 1:30-35; 22:67-23:4)


Inilah Anak Tuhan yang disebut oleh Raja Daud sebagai Raja yang diurapi atau Mesias atau Almasih atau Raja diatas segala Raja.
Yesus Almasih itulah namaNya.


Kepada Obaja - 850 SM


"Sebab telah dekat hari TUHAN menimpa segala bangsa. Seperti yang engkau lakukan, demikianlah akan dilakukan kepadamu, perbuatanmu akan kembali menimpa kepalamu sendiri." (Obaja 1:15).
(cf. 1 Tesalonika 5:1-11; Kisah 17:30-31; Wahyu 4:1-9:21)
Hari TUHAN tidak akan terjadi tanpa kehadiran Yesus Kristus karena hanya melalui Dia semua manusia akan dihakimi.
Mengetahui bahwa Mesias akan diurapi menjadi hakim terakhir (Imam Mahdi), kita tahu bahwa ini merupakan acuan untuk Yesus Almasih.



Kepada Yoel - 800 SM


"Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan,... ; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas."" (Yoel 2:32).
(cf. Yohanes 14:13-19)
Nama "Yesus" artinya Yehovah (TUHAN) menyelamatkan. Karena rincian yang telah diberikan, kita tahu bahwa Tuhan membawa keselamatan dan pembebasan melalui Mesias RajaNya yang diurapi untuk menetapkan perjanjian Tuhan dengan manusia. Jadi ayat ini merujuk kepada Yesus sebagai Sang Almasih.



Kepada Amos - 800 SM


""Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala," (Amos 9:11).
(cf. Kisah 15:15-17)
Ranah kerajaan Tuhan akan diperpanjang. Ini terjadi ketika semua manusia akan masuk kedalam kerajaan Tuhan melalui Yesus Almasih. Raja yang berada digaris keturunan Daud ini akan menguasai semua kerajaan di-dunia.



Kepada Yunus - 750 SM


"katanya: "Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku.
Dan aku berkata: telah terusir aku dari hadapan mata-Mu. Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus?" (Yunus 2:2,4).
(cf. Matius 27:45-66; 28:1-10)
Ini berbicara tentang pembebasan Yesus dari kubur. Ketika Ia berkata, "Ya Tuhan, Allahku mengapa Engkau meninggalkan aku", Yesus mengutip Mazmur 22 yang berbicara tentang penolakan Tuhan karena dosa kita tetapi juga kemenanganNya atas maut pada akhirnya.
Arti penting dari nubuatan ini tidak sepenuhnya terlihat sampai Yesus berbicara bahwa ini menunjuk pada diriNya sendiri. Ini nubuatan Yunus menggambarkan apa telah Yesus alami.



Kepada Yesaya - 700 SM


Yesaya 9:1-7 (cf. Lukas 1:32-33; Ibrani 2:6-10)
Yesus memenuhi semua gelar-gelar ini:
Mesias Raja yang akan memerintah untuk selamanya di takhta Raja Daud dan menjadi terang bagi kegelapan, Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, dan Raja Damai.



Yesaya 11 (cf. Matius 3:16; Lukas 4:18-5:28)
Keturunan Isai (ayah Raja Daud) akan dipenuhi oleh Roh Tuhan, Hakim yang benar, dan menarik orang dari semua bangsa untuk diriNya sendiri. Dia akan penuh dengan hikmat, pengetahuan, kebijaksanaan, dan penghormatan kepada Tuhan.


Yesaya 42:1-8 (cf. Yohanes 1:1-12; Matius 12:1-21)
Hamba Tuhan adalah julukan lain untuk Mesias yang akan membawa keadilan, menjadi perjanjian bagi umat-Nya dan menjadi terang bagi semua bangsa dengan kuasa Tuhan.



Yesaya 49:5-13 (cf. Lukas 2:29-32; Roma 3:28-30)


Hamba Tuhan ini akan menunjukkan kemuliaan Tuhan, membawa keselamatan bagi Yahudi dan non Yahudi, akan dibenci oleh bangsaNya sendiri, tetapi dihormati oleh para penguasa. Ia akan menjadi perjanjian Tuhan kepada semua bangsa.


Yesaya 53,
Ayat 8: ... Ia terputus dari negeri orang-orang hidup
Ayat 9:... tentang kuburan dan kematianNya
Ayat 10:...tentang memberikan nyawaNya sebagai korban penebusan dosa dan bangkit dari kematian.
Ayat 12:...tentang Ia menyerahkan nyawanya ke dalam maut untuk menanggung banyak dosa.



Kepada Hosea - 700 SM


"Tetapi kelak, jumlah orang Israel akan seperti pasir laut, yang tidak dapat ditakar dan tidak dapat dihitung. Dan di tempat di mana dikatakan kepada mereka: "Kamu ini bukanlah umat-Ku," akan dikatakan kepada mereka: "Anak-anak Allah yang hidup." Orang Yehuda dan orang Israel akan berkumpul bersama-sama dan akan mengangkat bagi mereka satu pemimpin, lalu mereka akan menduduki negeri ini, sebab besar hari Yizreel itu." (Hosea 1:10-11).
(cf. Roma 11:25-32)


Mesias (Almasih) yang telah disebut sebagai Raja dalam Mazmur 2 ini adalah Raja yang kekal keturunan dari Daud.
Keturunan Yakub akan disebut sebagai "anak-anak Tuhan" ketika mereka bertobat dan mengakui Yesus sebagai Mesias (Almasih) Raja dan juruselamat mereka.
(Lukas 1:32,35 Yeremia 23:5-6)



Kepada Mikha - 700SM


"Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala." (Mikha 5:2).
(cf. Matius 2:1-6; Lukas 2:4-21; Yohanes 8:51-59)
Tempat kelahiran Almasih dari keturunan Yehuda ini sudah ditentukan dan Mesias ini sudah ada secara gaib sejak jaman purbakala.
Para pemimpin Yahudi pada saat itu mengakui di Matius 2, bahwa raja yang sedang dicari akan dilahirkan di Betlehem meskipun mereka tidak percaya kepada Yesus.



Kepada Nahum - 650 SM


"Lihatlah! Di atas gunung-gunung berjalan orang yang membawa berita, yang mengabarkan berita damai sejahtera. Rayakanlah hari rayamu, hai Yehuda,..." (Nahum 1:15).
(cf. Matius 4:23; 9:35-36; 11:1-6; Markus 9:50; John 14:27; 16:33; 20:19,21,26)
Yesus Almasih telah memberitakan kabar baik (Injil) tentang kerajaan Tuhan.



Kepada Zefanya - 625 SM


... Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi." (Zefanya 3:15). (cf. Matius 27:37; Roma 8:1-6; Ibrani 2:14-15)
Yesus Almasih disebut sebagai Raja Israel dan melalui Dia semua ketakutan akan diambil.


Kepada Yeremia - 600 SM


"Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN--keadilan kita." (Yeremia 23:5-6). (cf. Ibrani 1:8-10; 2 Korintus 5:21)



Kepada Habakuk - 600 SM


"Engkau berjalan maju untuk menyelamatkan umat-Mu, untuk menyelamatkan orang yang Kauurapi. Engkau meremukkan bagian atas rumah orang-orang fasik dan Kaubuka dasarnya sampai batu yang penghabisan." (Habakuk 3:13). (Baca ayat 1-16.) (cf. Wahyu 4:1-9:21; 20:7-15)
Yesus adalah Raja yang diurapi, Mesias (Almasih) dan nubuatan ini jelas dinyatakan dalam ayat 2 dan 16 sebagai yang akan terjadi pada waktu tertentu di masa mendatang.. Yang diurapi ini akan disertai dengan kuasa Tuhan untuk menaklukkan iblis seperti yang dijanjikan kepada Adam.



Kepada Yehezkiel - 580 SM


"di atas gunung Israel yang tinggi akan Kutanam dia, agar ia bercabang-cabang dan berbuah dan menjadi pohon aras yang hebat; segala macam burung dan yang berbulu bersayap tinggal di bawahnya, mereka bernaung di bawah cabang-cabangnya." (Yehezkiel 17:23). (cf. Yohanes 8:12-32; Wahyu 7:9-10)
Pengaruh dari Almasih ini akan menjadi sangat besar.



Kepada Daniel - 537 SM


"Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus... Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa. Maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu, tetapi raja itu akan menemui ajalnya...""Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan;... (Daniel 9:24-27).

Tujuh puluh "tujuh" adalah angka yang ditetapkan bagi penduduk kota suci untuk melenyapkan kefasikan, mengakhiri dosa, menebus kejahatan, membawa kebenaran sejati, menyegel visi dan nubuat untuk mengurapi yang Maha Kudus /Almasih.
(cf. Markus 1:15; Lukas 19:28-24:53)
Yang diurapi ini akan terputus nyawaNya dari duniawi dan tampaknya semua harapan telah hilang. Waktu kematianNya diperkirakan enam puluh dua kali tujuh dihitung mulai pada saat Yesus masuk ke dalam Yerusalem sebelum kematianNya.


CATATAN:
Bait Suci kedua dibangun pada tahun 444 SM. Dari tahun 444 SM sampai tahun 32 adalah 476 tahun; 476 dikalikan 365 hari menjadi 173.740; ditambahkan 116 hari untuk tahun kabisat dan totalnya adalah 173.880 hari sejak ditulisnya nubuatan. Tahun kalendar Alkitab memakai 360 hari, 69 tujuh dari nubuatan dalam Daniel (69 dikalikan dengan 7, dikali dengan 360) sama dengan 173.880 hari.
Terjadi sesuai dengan nubuat yang tertulis di kitab Daniel.
(Meldau, Fred John, The Prophets Still Speak, ©1988, p. 27.)


"Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah." (Daniel 7:13-14).
(cf. Matius 2:11; 28:9; Lukas 21:27; 22:69; Yohanes 12:23; Wahyu 4:9-11; 5:5-14; 7:9-17)




Kepada Hagai - 520 SM



"Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam." ...Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam."" (Hagai 2:6-7,9). (cf. Matius 21:1-16; Markus 11:1-11; Lukas 19:29-40; 2:25-32; 2:46-47; Ibrani 12:18-29; 13:20-21; Wahyu 11:15-19; 21:22-27)
Kehadiran Yesus Almasih lebih mulia daripada kemuliaan Tuhan (Shekinah) yang memenuhi Bait Salomo dan jemaat Tuhan sekarang adalah Bait Suci Kristus. Yang dinubuatkan oleh para nabi yang disebutkan sebagai Kemuliaan Tuhan (Shekinah) di sini adalah Almasih yang membawa kemuliaan lebih besar daripada yang pernah terjadi sebelumnya.



Kepada Zakharia - 520 SM


"Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda." (Zakharia 9:9). (cf. Matius 21:1-11)



Yesus Almasih memasuki kota Yerusalem dengan menunggangi seekor keledai sesuai dengan apa yang sudah dinubuatkan.



Kepada Maleakhi - 450-400 SM


"Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam." (Maleakhi 3:1).
(cf. Matius 21:1-16; Markus 11:1-11; Lukas 19:29-40; 2:25-32; 2:46-47)
Yesus Almasih telah datang dan masuk kedalam Bait Suci BapaNya yang sekarang sudah dihancurkan dan tidak ada lagi.


Dan siapakah Sang Utusan itu?


Yesaya 48:12 menjelaskan :
...,Akulah yang TERDAHULU, Akulah juga yang TERKEMUDIAN!"
Tangan-Ku juga meletakkan dasar bumi, dan tangan kanan-Ku membentangkan langit. Ketika Aku menyebut namanya, semuanya bermunculan. Berhimpunlah kamu sekalian dan dengarlah!..... Dari dahulu tidak pernah Aku berkata dengan sembunyi dan pada waktu hal itu terjadi Aku ada di situ." DAN SEKARANG, TUHAN ALLAH MENGUTUS AKU DENGAN ROH-NYA.


Dialah Sang Almasih Raja diatas segala Raja yang menciptakan langit dan bumi !!!

Minggu, 02 Januari 2011

Kitab Taurat (Torah) dan Talmud > berbeda.




Kitab Taurat (Torah) dan Talmud itu berbeda.


Kitab Taurat (Torah)
Kitab Taurat (Torah) adalah kitab yang ditulis oleh Musa, sebagai kitab yang memuat hukum-hukum Taurat. Terdiri dari lima buah kitab, yaitu Kejadian, Keluaran, Immamat, Bilangan dan Ulangan.

The English names are derived from the Greek names given to the books in the Septuagint, which are based on the thematic content of each of the books, as follows:
1. Bereshith - Genesis
2. Shemot - Exodus
3. Vayikra - Leviticus
4. Bamidbar - Numbers
5. Devarim - Deuteronomy

Tanank (Tanak)
Tanank (Tanak) adalah kumpulan kitab-kitab yang ditulis oleh para nabi Israel. Isinya sama persisi seperti Alkitab Perjanjian Lama. Terbagi menjadi 3 bagian, yaitu Torah, Naviim dan Ketuvim.
"Twelve Prophets" (or the minor prophets) as 12 books, Jewish tradition does not:
6. (יהושע / Y'hoshua) - Joshua
7. (שופטים / Shophtim) - Judges
8. (שמואל / Sh'muel) - Samuel (I & II)
9. (מלכים / M'lakhim) - Kings (I & II)
10. (ישעיה / Y'shayahu) - Isaiah
11. (ירמיה / Yir'mi'yahu) - Jeremiah
12. (יחזקאל / Y'khezqel) - Ezekiel
13. The Twelve Prophets (תרי עשר)
a. (הושע / Hoshea) - Hosea
b. (יואל / Yo'el) - Joel
c. (עמוס / Amos) - Amos
d. (עובדיה / Ovadyah) - Obadiah
e. (יונה / Yonah) - Jonah
f. (מיכה / Mikhah) - Micah
g. (נחום / Nakhum) - Nahum
h. (חבקוק /Havakuk) - Habakkuk
i. (צפניה / Ts'phanyah) - Zephaniah
j. (חגי / Khagai) - Haggai
k. (זכריה / Z'kharyah) - Zechariah
l. (מלאכי / Mal'akhi) - Malachi


Sedangkan Telmud,
Sedangkan Telmud, adalah catatan-catatan yang menjelaskan tentang penjabaran hukum yang tertulis dalam Tanank. Berisi keputusan, diskusi para imam Yahudi tentang bagaimana hukum Allah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Hukum Allah tetap pada Tanank, dan dalam menjalankannya meraka mengacu pada Telmud yang merupakan penjabarannya.
 

Telmud tidak bersifat tetap seperti Tanank, dalam arti akan berkembang seiring diskusi dan penjabaran dalam kehidupan berkelanjutan.
 
Seperti halnya agama Kristen memiliki Konsili yang mejabarkan isi Alkitab, maka kehadiran Telmud ditengah-tengah orang Yahudi adalah menjelaskan implikasi Hukum Allah didalam kehidupan.


materi referensi:



Karenanya,
Mengatakan bahwa Taurat telah hilang (atau sudah tidak ada) -- hanya karena banyaknya orang Yahudi yang menggunakan Talmud sebagai penjabaran harian -- adalah kesimpulan yang salah.

Sabtu, 01 Januari 2011

AKULAH ISRAEL





Akulah Israel...!


Aku lahir ribuan tahun sebelum aku dinamakan palestina oleh penjajah Romawi dan sebelum Inggris menyerahkan bagian selatan tanahku pada Yordania.

Masyarakatku, Bangsa Yahudi, tetap tinggal di tanah ini selama tiga ribu tahun sampai orang-orang Arab membantai bangsaku di tahun 1920 (Musibah Nabi Musa) dan 1929 (Pembantaian Hebron). Ratusan penduduk sipil dibunuh kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak. Sementara itu saudara-saudara mereka yakni negara-negara Arab mengusir Satu Juta Yahudi Arab dan ini berarti menghapus sejarah hidup mereka.

Akulah Israel. Aku telah diserang empat kali oleh lima negara-negara Arab selama 62 Tahun. Aku tetap jaya, Aku memenangkan setiap perang yang mereka kobarkan melawanku. Aku katakan pada orang-orang Arab yang hidup di tanahku bahwa mereka boleh tinggal disini, tetapi saudara-saudara Arab mereka berkata, "Tinggalkan Tanah Yahudi itu untuk sementara, selama kami berusaha membunuhi orang-orang Yahudi".

Aku telah menawarkan pesan damai sejak aku lahir, tapi musuhku menjawabku hanya dengan bom, peluru dan darah -- darahku dan darah mereka.

Karena mereka sadar mereka tidak sanggup mengalahkanku dengan kekuatan senjata, maka para musuhku mulai mengobral fitnah akan diriku. Akulah Israel, aku difitnah berulangkali.


Musuh-musuhku terus menuduhku melakukan "Genosida". Coba katakan padaku, apakah perbuatan menawarkan kesempatan pendidikan pada masyarakat Arab Palestina merupakan tindakan "Genosida?". 20% mahasiswa dari Universitas Haifa di Israel adalah Mahasiswa Arab. Jika aku mengusir semua orang Arab di Tahun 1948, mengapa 20% warga Arab di Israel punya hak pilih dalam pemilu?. Mengapa aku menyerahkan tanah Sinai dan Jalur Gaza, mencabut masyarakatku sendiri dari rumah-rumah mereka hanya demi HARAPAN terwujudnya perdamaian?.


Akulah Israel. Dalam melakukan serangan aku mempertaruhkan nyawa para remajaku agar tidak terjadi pembunuhan terhadap penduduk sipil. Aku melakukan segala usaha untuk hanya menyerang tentara musuh saja, dan ini seringkali mempersulit tentaraku.

Dalam perang, aku menyebarkan selebaran-selebaran di daerah yang akan diserang untuk memperingatkan para penduduk sipil untuk meninggalkan daerah itu.
Apakah ada tentara lain dalam sejarah umat manusia yang melakukan hal seperti ini pada pihak musuh?.

Aku menunggu selama 8 tahun agar Hamas berhenti melontarkan roket-roket setiap hari padaku, sebagian dari roket-roket itu jatuh di sekolah taman kanak-kanak.
Aku ini sabar, tapi kesabaranku bukan tanpa batas.

Akulah Israel. Aku menemukan obat-obatan baru untuk melawan penyakit-penyakit yang mematikan. Aku mengembangkan teknologi untuk menciptakan chip intel, software anti virus dan telpon selular. Aku paling unggul di seluruh dunia berdasarkan perkapita dalam menghasilkan laporan-laporan sains.

Aku mengirim misi-misi kemanusiaan ke negara-negara miskin, termasuk negara-negara muslim. Aku telah menerima ratusan pengungsi Muslim yang mengalami pembantaian di Darfur - Sudan, bahkan tiada satupun negara muslim yang mau menerima para pengungsi Musim ini.

Akulah Israel. Salah satu Negara Terkecil di dunia, dan mungkin yang paling keras kepala - Aku menolak untuk berhenti berharap tercapainya kedamaian. Kawan-kawanku mendukungku -- bukan karena hasil pertimbangan politik, tapi karena mereka melihat kebenaran, Bahwa akulah jantung Timur Tengah, dan akulah harapan Timur Tengah di masa depan.

Nabiku berkata; "Bangsa tidak akan mengangkat pedang terhadap Bangsa" ....dan aku akan mencoba...dan mencoba....dan terus mencoba, sampai kalimat itu menjadi kenyataan.

Karena akulah Israel.

Sumber-Sumber di Luar Alkitab yang Mendukung Kesejarahan Yesus Kristus dan Penyalibannya

Sumber-Sumber di Luar Alkitab yang Mendukung Kesejarahan Yesus Kristus dan Penyalibannya;
a. CORNELIUS TACITUS (Iahir 52-54 sM)

Seorang sejarawan Roma, pada tahun 112 M, Gubemur Asia, menantu pria Julius Agricola yang menjadi Gubemur Britania pada tahun 80...-84 M. Ketika menu lis tentang pemerintahan Nero, Tacitus menyinggung tentang kematian Kristus dan keberadaan orang-orang Kristen di Roma:

''Tetapi tidak ada pertolongan yang datang dari seorang manusia, tidak pula anugerah yang dikaruniakan putra mahkota, atau korban silih yang dipersembahkan kepada dewa-dewa, yang dapat menyelamatkan Nero dari keaiban oleh karena dituduh telah sengaja menimbulkan kebakaran besar di Roma. Jadi, untuk menghentikan desas-desus itu, dia mengalihkan tuduhan dengan memfitnah dan menghukum dengan siksaan paling keji terhadap orang-orang yang disebut Kristen, yang dibenci oleh karena kejahatannya. Kristus, yang menjadi pendiri kepercayaan itu, telah dihukum mati oleh Pontius Pilatus, wali negeri Yudea di bawah pemerintahan Tiberius: tapi kepercayaan tahayul yang merusak itu, setelah mereda untuk sementara, bangkit kembali, bukan hanya di Yudea, di mana kejahilan itu berasal, tapi juga di seluruh Kota Roma." Annals XV. 44

Tacitus menyinggung lebih jauh tentang kekristenan dalam fragmen-fragmen tulisannya Histories, ketika mengupas tentang pembakaran Bait Allah Yerusalem pada tahun 70 M, yang diabadikan oleh Sulpicius Severns (Chron. ii. 30.6).

b. LUCIANUS DARI SAMOSATA

Seorang satiris dari abad ke-2, yang berbicara dengan sinis tentang Kristus dan kekristenan. Dia mengaitkan Yesus dengan sinagoge-sinagoge di Palestina dan menyebut Kristus sebagai ". . . orang yang disalibkan di Palestina karena memperkenalkan aliran kepercayaan baru ini kepada dunia . . . Selanjutnya, pemimpin mereka yang pertarna-tama meyakinkan bahwa mereka semua adalah saling bersaudara setelah mereka menyeberang sekali dan untuk selama-lamanya dengan menyangkal dewa-dewa Yunani dan menyembah pecundang yang disalibkan itu sendiri serta menaati hukum-hukumnya" The Passing Peregrinus.

Lucianus juga beberapa kali menyinggung tentang orang-orang Kristen dalarn bukunya Alexander the False Prophet, unit 25 dan 29

c. FLAVIUS JOSEPHUS (lahir 37 M)

Seorang sejarawan Yahudi yang menjadi seorang Farisi pada usia 19 tahun; pada tahun 66 M dia menjadi komandan pasukan Yahudi di Galilea. Setelah tertangkap dia ditempatkan di markas besar Romawi. Berikut adalah kata-katanya yang banyak dikutip dan diperdebatkan:

"Pada masa inilah Yesus, seorang manusia bijaksana, kalau boleh disebut manusia, karena dia adalah pelaku berbagai perbuatan yang luar biasa, pengajar orang-orang yang menerima kebenaran dengan sukacita. Dia telah menarik banyak orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi. Dia adalah Kristus, dan ketika Pilatus, atas desakan orang-orang penting di antara kita, telah menghukumnya di kayu salib, mereka yang mengasihinya sejak semula tidak melupakan Dia; karena Dia telah menampakkan diri lagi kepada mereka dalam keadaan hidup pada hari yang ketiga; sebagaimana yang telah diramalkan oleh para nabi Allah sarna seperti puluhan ribu hal lainnya tentang Dia. Dan kaum Kristen, yang dinarnai demikian menurut namanya, belum juga punah sampai hari ini." Antiquities. xviii.33. (Awal abad kedua) .



 

 Teks Arab dari perikop di atas adalah sebagai berikut:

''Pada masa ini hiduplah seorang pria bijaksana benama Yesus. Prilakunya baik, dan (Dia) dikenal hidup suci. Banyak orang, baik Yahudi maupun bengsa-bangsa lain yang menjadi murid-Nya.
Pilatus menghukum-Nya untuk disalibkan sampai mati.
Dan mereka yang telah menjadi murid-Nya tetap setia kepada-Nya. Kata mereka Dia telah menampakkan diri kepada mereka tiga hari setelah di¬salibkan dan bahwa Dia hidup; jadi, mungkin Dia adalah Mesias yang tentang-Nya para nabi telah memberitakan berbagai keajaiban."

Perikop di atas ditemukan dalam naskah Arab yang berjudul:
"Kitab AI-Unwan AI-Mukallal Bi-Fadail Al-Hikma Al-Mutawwaj Bi-Anwa Al-Falsafa AI-Manduh Bi-Haqaq AI-Marifa." Terjemahannya kira-kira adalah: Kitab Sejarah yang Dituntun oleh Segala Unsur Kebijaksanaan. Disempumakan oleh Filosofi dan Diperkaya oleh Kebenaran dan Pengetahuan."

Naskah di atas yang digubah oleh Uskup Apapius pada abad ke-l0 berisi sebuah unit yang dibuka dengan kata-kata: "Kami temukan dalam banyak buku karangan para ahli filsafat bahwa mereka menyinggung tentang hari ketika Kristus disalibkan." Lalu dia memberikan beberapa kutipan dari beberapa pengarang kuno. Ada yang sudah dikenal oleh para cendekiawan modern dan ada yang belum. 8/hlmn

Kita juga menemukan rujukan kepada Yakobus saudara Yesus dalam tulisan Josephus. Dalam Antiquities XX 9:1 dia menggarn¬barkan perbuatan imam agung Ananus:

"Tetapi Ananus yang lebih muda, seperti yang kami katakan, diangkat menjadi imarn agung, mempunyai watak yang berani, dan agak nekad; dia menganut aliran Saduki, yang paling keras dalam menjalankan hukum di antara orang Yahudi, sebagaimana yang telah kami tunjukkan. Jadi, karena Ananus telah memegang kekuasaan itu, dia berpikir bahwa sekaranglah saat yang paling tepat, setelah Festus wafat, dan selagi Albinus masih dalam perjalanan; maka dia membentuk dewan hakim, dan membawa ke hadapan mereka saudara Yesus yang disebut Kristus, yang namanya adalah Yakobus, serta beberapa orang lainnya, dan menuduh mereka sebagai pelanggar hukum, dan menyuruh agar mereka semua dilontari batu." 2/107

d. SUETONIUS (120 M)

Juga seorang sejarawan Roma, pejabat istana di bawah Hadrianus, penulis sejarah Imperial House. Dia mengatakan:
"Karena orang-orang Y ahudi terus menimbulkan kerusuhan atas hasutan Chrestus (ejaan lain dari Kristus), mereka diusir dari Roma." Life of Claudius, 25.4

Dia juga menulis: "Nero menjatuhkan hukuman ke atas orang¬orang Kristen, yaitu sekelompok orang yang menganut suatu tahayul bam yang jahat." Lives of the Caesars, 26.2

e. PLINIUS SECUNDUS, PLINIUS YANG MUDA

Sebagai Gubemur Bitinia di Asia Keeil (112 M), Plinius menu lis kepada Kaisar Trayanus meminta pendapat tentang bagaimana harus memperlakukan orang-orang Kristen.
Plinius menjelaskan bagaimana dia telah membunuh baik lelaki maupun wanita, anak lelaki atau anak perempuan. Sudah begitu banyak yang dibunuhnya sehingga dia ragu apakah dia hams terus rnernbunuh mereka yang kedapatan sebagai orang Kristen, atau hanya membunuh orang-orang tertentu saja. Plinius menjelaskan bagaimana dia telah memaksa orang-orang Kristen untuk menyembah patung-patung Trayanus. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa dia juga telah "memaksa mereka menyumpahi Kristus, yang tak mungkin dilakukan seorang Kristen sejati." Dalam surat yang sarna dia mengatakan tentang orang-orang yang diadili:

"Namun terbukti bahwa semua kesalahan mereka, kekeliruan mereka adalah bahwa mereka mempunyai kebiasaan untuk berkumpulpada hari-hari tertentu sebelum hari terang. Mereka akan menyanyikan lagu-Iagu pujian kepada Kristus seperti kepada dewa, dan mengikat sumpah dengan sungguh-sungguh bukan untuk melakukan suatu kejahatan, tetapi untuk tidak menipu, mencuri, berzina, bersumpah palsu, tidak berkhianat bila mereka harns mempertanggungjawabkannya." Epistles X.9

f. TERTULIANUS

Ahli teologi dan hukum dari Karthage. Dalam pembelaannya terhadap kekristenan (197 M) di depan penguasa Roma di Afrika, dia menyinggung tentang perbedaan pendapat di antara Tiberius dan Pontius Pilatus:

"Pada masa ketika nama Kristen mulai muneul di dunia, Tiberius yang telah menerima kebenaran tentang keilahian Kristus, membawa perkara ini ke hadapan senat, disertai keputusannya sendiri untuk membela Kristus. Karena ia sendiri tidak menyetujuinya, senat menolak usulan Tiberius. Kaisar tetap berpegang pada pendapatnya, dan mengancam mereka yang mendakwa orang-orang Kristen (Apology, V.2). Beberapa sejarawan meragukan nilai sejarah dari perikop ini. Juga, Cr. Justinus Martyr, Apology, 1.35.

g. THALLUS, SEJARA WAN KETURUNAN SAMARIA

Salah seorang penulis bukan Yahudi yang pertama-tama menyinggung tentang Kristus adalah Thallus yang menulis pada tahun 52 M. Namun tulisan aslinya sudah musnah dan kita menge¬tuhui tulisannya hanya mclnlui beborapa kutipan oleh pengarang-pengarang lain. Salah seorang di antaranya adalah Julius Africanus, seorang pengarang Kristen yang hidup sekitar tahun 221 M. Dalam sebuah paragraf yang sangat menarik dia menyinggung tentang komentar Thallus. Julius Africanus menulis:

"Thallus, dalam buku sejarahnya yang ketiga, menggambarkan kegelapan ini seperti suatu gerhana matahari - sesuatu yang kurasa tidak masuk akal' (tentu saja tidak masuk akal, karena gerhana matahari tidak dapat terjadi pada saat bulan purnama, dan pada masa Paskah ketika bulan sedang purnama Kristus wafat)."

Jadi, dari sumber ini kita dapat melihat bahwa berita Injil tentang kegelapan yang meliputi daerah itu pada saat Yesus disalibkan juga diketahui banyak orang dan menuntut penjelasan alamiah dari orang-orang tidak percaya yang turut menyaksikannya. 2/113

h. PHLEGON, SEORANG SEJARAWAN DARI ABAD PERTAMA

Kitab Tawarikhnya sudah hilang, tapi sebuah kutipan kecil dari karyanya, yang menegaskan tentang kegelapan yang meliputi bumi pada saat penyaliban, juga disinggung oleh Julius Africanus
. Setelah komentarnya (Africanus) tentang tidak masuk akalnya pendapat Thallus tentang kegelapan itu, dia mengutip Phlegon yang menga¬takan bahwa "pada masa Kaisar Tiberius sebuah gerhana matahari terjadi pada masa bulan purnama." 7/IIB, bagian 256 fl6, hlm, 1165

Phlegon juga disebut-sebut oleh Origenes dalam Contra Celsum, Buku ke 2, bagian 14, 33, 59.

Philopon (De. opif. mund. II 21) mengatakan: "Dan mengenai kegelapan ini ... Phlegon mengenangnya dalam Olympiads (judul buku sejarahnya)." Dia berkata bahwa "Phlegon berbicara tentang gerhana matahari yang terjadi pada waktu penyaliban Tuhan Kristus, dan bukan yang lain (gerhana), jelas sekali bahwa dia tidak mengetahui dari sumbernya sendiri tentang gerhana lain (yang serupa) pada masa-masa sebelumnya . . . dan hal ini ditunjukkan dalam catatan sejarah itu sendiri tentang Kaisar Tiberius." 41IIB, bagian 257 fl6, c, hlm, 1165.

i. SURAT MARA BAR-SERAPION

F. F. Bruce mencatat bahwa:
" . . . di British Museum ada sebuah naskah menarik yang memuat sebuah surat yang ditulis setelah tahun 73 M, tetapi kapan tepatnya tidak diketahui. Surat ini dikirim oleh seorang Siria ber¬nama Mara Bar-Serapion kepada putranya Serapion, Pada saat itu Mara Bar-Serapion sedang berada dalam penjara, tetapi dia menulis untuk meneguhkan putranya agar terus mencarl kcbijaksanaan, dan menunjukkan bahwa mereka yang menganiaya orang bijaksana akan ditimpa kemalangan. Dia memberi contoh kematian Socrates, Phytagoras, dan Kristus:

[color=darkblue]'''Keuntungan apa yang diperoleh orang-orang Athena dengan membunuh Socrates? Bencana kelaparan dan wabah penyakit menimpa mereka sebagai hukuman atas kejahatan mereka. Keuntungan apa yang diperoleh orang-orang di Samos dengan membakar Phytagoras? Dalam sekejap tanah mereka diliputi oleh pasir. Keuntungan apa yang diperoleh orang-orang Yahudi dengan membunuh Raja mereka yang bijaksana? Tidak lama setelah itu kerajaan mereka dihancurkan. Allah telah membalas kematian ketiga orang bijaksana ini dengan adil: orang-orang Athena mati kelaparan; orang-orang Samos ditelan samudra; orang-orang Yahudi, kalah perang dan terusir dari tanah airnya, terpencar ke seluruh dunia. Tetapi Socrates tidak binasa; dia hidup dalam ajaran Plato. Phytagoras tidak binasa; dia hidup dalam patung Hera. Begitu pula sang Raja bijaksana tidak binasa; Dia hidup dalam ajaran yang diberikan-Nya.'" 2/114

j. JUSTINUS MARTYR

Sekitar tahun ISO 'M, Justinus Martyr, dalam Defence of Christianity yang ditujukan kepada Kaisar Antonius Pius, mengingatkan Kaisar pada 1aporan Pilatus, yang menurut Justinus pasti tersimpan dalam arsip kerajaan. Tetapi kata-kata, "Mereka menikam tangan dan kakiku," katanya, "menjelaskan tentang paku-paku yang tertancap di tangan dan kaki-Nya ke kayu salib; dan setelah Dia disalibkan, mereka yang menyalibkan-Nya membuang undi atas pakaiannya, dan membagi-baginya di antara mereka; dan bahwa hal ini adalah benar, Anda dapat melihatnya dalam "Kisah" yang dicatat dalam pemerintahan Pontius Pilatus." Selanjutnya dia berkata:

"Bahwa Dia telah melakukan mukjizat-mukjizat, Anda dapat memeriksanya dalam 'Kisah' Pontius Pilatus." Apology, 1.48

Elgin Moyer, dalam Who Was Who in Church History, melukiskan Justinus sebagai " ... ahli filsafat, martir,' apologis (orang yang membuat pembelaan bagi suatu keyakinan dan lain-lain), yang dilahirkan di Flavia Neapolis. Berpendidikan tinggi, dan tampaknya mempunyai cukup sarana untuk mendukung penelitian dan perjalanannya. Sebagai seorang yang haus pada kebenaran, dia telah menimba banyak pengetahuan tentang Stoicisme, Aristotelisme, Phytagoreanisme, dan Platonisme, tetapi membenci Epicureanisme. Pada masa-masa itu dia mempunyai hubungan yang cukup dekat dengan orang-orang Yahudi, tapi tidak tertarik pacta agama mereka. Rupanya dia paling condong pada Platonisme dan mengira bahwa dia sudah hampir mencapai tujuan filosofinya melihat Allah ketika suatu hari selagi berjalan-jalan seorang diri di tepi pantai, ahli filsafat muda itu bertemu dengan seorang Kristen tua yang tampak agung, berwajah menyenangkan dan lembut berwibawa. Orang Kristen yang rendah hati ini menggoyahkan kepercayaannya pada kebijaksanaan manusia, dan menunjukkan nabi-nabi Yahudi 'orang-orang yang hidup jauh sebelum semua ahli filsafat yang mulia, yang telah meramalkan kedatangan Kristus dalam semua tulisan dan ajarannya . . . ' Mengikuti nasihat orang tua ini, penganut Platonisme yang bersemangat ini menjadi seorang Kristen yang percaya. Katanya, 'Aku mendapatkan bahwa inilah satu-satunya filosofi yang aman dan menguntungkan.' Setelah pertobatannya, yang terjadi pada usia mudanya, dia membaktikan seluruh hidupnya pada pembelaan dan penyebaran agama Kristen." 7/227

TANDA YUNUS [3 HARI & 3 MALAM]

Benarkah Yahshua wafat pada hari jum’at sore?? Padahal Yahshua pernah berkata demikian:
“Sebab seperti Yonah tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Ben Adam akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam” [Mat 12:40]


Lalu bagaimana kita dapat mengetahui pada hari apa Yahshua wafat? Rujukan pertama dapat kita kaji dari Yokhanan 19:31 sbb:
“Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib -- sebab Sabat itu adalah hari yang besar -- maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan”


Apakah yang dimaksud dengan “hari persiapan” itu?
Jika melihat kalimat selanjutnya, tentulah “hari sabat”. Namun “sabat” yang mana?


Karena Torah mengatur bahwa ada dua jenis “sabat”, yaitu “Sabat Mingguan” yang selalu jatuh pada hari ketujuh, yaitu hari sabtu, dan yang Yahweh memerintahkan untuk senantiasa dipelihara [Kel 20:8-10].


Dan berikutnya “Sabat Tahunan” yang jatuh tiap-tiap jatuh hari raya dari keseluruhan “Sheva Moadey” [tujuh hari raya] dalam Imamat 23:1-44. Yang dimaksud dengan hari persiapan, dimana akan jatuh Sabat, bukanlah Sabat mingguan yaitu Sabtu, melainkan Sabat hari raya.


Hari raya apa? Pesakh dan Hari Raya Roti Tidak Beragi. Imamat 23:5-7 menjelaskan bahwa saat Pesakh dan ha Matsah atau Roti Tidak Beragi, harus ada sabat atau perhentian. Dengan demikian, yang dimaksud dengan “Hari Persiapan” dalam Yokhanan 19:31, bukan menunjuk pada Sabat yang jatuh pada hari Sabtu, melainkan Sabat Moedim atau Sabat Perayaan, yaitu Pesakh dan ha Matsah. Matius 27:61 melaporkan “keesokkan harinya, yaitu sesudah Hari Persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus”. Hari apakah sesudah “Hari Persiapan?” Bukan hari Minggu, melainkan hari Kamis atau bahkan Jum’at.


Jika “Hari Persiapan” tidak jatuh pada hari sabtu, lalu kapankah persisnya “Hari Persiapan” itu?

Penentuan dengan tepat “Hari Persiapan”, akan membuka tabir pada hari apa Yahshua wafat dan pada hari apa Yahshua makan Seder Pesakh. Jika Yahshua ditemukan pagi-pagi sekali pada hari pertama minggu itu [Mark 16:2, Luk 24:1], maka kita dapat menarik mundur sejumlah tiga hari tiga malam terhitung dari sabtu, jum’at, dan kamis, sesuai dengan perkataan Yahshua bahwa Dia ada dalam rahim bumi selama tiga hari tiga malam [Mat 12:40].


Maka dapat disimpulkan bahwa Yahshua wafat pada hari rabu sore,
Tgl 14 nisan akhir [karena dalam kalender Yahudi, hari dimulai pada petang hari dan berakhir pada petang hari kembali] bertepatan kaum Farisi hendak melaksanakan Hari Raya Roti Tidak Beragi yang jatuh pada Tgl 15 nisan awal. Inilah yang disebut “Hari Persiapan” atau “Sabat Hari Raya” yang jatuh pada rabu sore atau kamis awal. Yahshua makan Seder Pesakh pada Tgl 14 Nisan awal, yang jatuh pada hari selasa petang. Luar biasa!!


 
Dalam buku “Passover: A Memorial for all Time” , dijelaskan: “Dictionary of The New Testament menyingkapkan bahwa beberapa sarjana Yahudi mengakui bahwa Pesakh dilaksanakan bersamaan dengan dua peristiwa pada tahun 31 Ms, yaitu ketika Yahshua dipaku di palang kayu. Tentu saja Sang Juruslamat melaksanakan Pesakh dengan tepat pada tanggal 14 nisan sebagaimana yang dilaksanakan oleh kaum Saduki yang merupakan instruksi ibadah Bait Suci. Dia tidak mengenal Pesakh kedua atau kekeliruan kaum Farisi mengenai Pesakh yang jatuh pada tanggal 15 Nisan, yang masih diikuti sebagian besar kaum Yahudi saat ini” [Yahweh’s New Covenant Assemblies, 1991, p.30]. Demikian pula Scott Ashley menuliskan, “Beberapa perangkat lunak program komputer yang ada, mampu untuk menghitung saat tibanya Paskah dan hari raya-hari raya yang ditetapkan Elohim. Program tersebut menunjukkan bahwa pada tahun 31 Ms, tahun dimana peristiwa jamuan [Seder] Paskah terjadi pada hari selasa malam dan rabu petang yang ditandai dengan dimulainya ‘hari besar’, yaitu hari yang pertama dari Hari Raya Roti Tidak Beragi. Kemudian, Yahshua disalibkan dan dikuburkan pada hari rabu sore, bukan pada hari jum’at [Jesus Wasn’t Crucified on Friday – or Resurrected on Sunday! ,
GOOD NEWS Magazines , Marc-Apr 2006, On www.gnmagazines.org].


Apakah Yahshua bangkit dari kematian pada minggu pagi? [Yokh 20:1] Tidak!
Miryam dan murid-murid Yahshua sudah menemukan kain kafan yang dilipat rapi dan batu penutup kubur terguling, pada minggu pagi, namun pastilah sekitar sabtu petang – entah tidak ada yang tahu – sesuai dengan perkataan-Nya bahwa pada hari ketiga Dia akan bangkit, maka Yahshua telah bangkit mengalahkan maut.




 
SKEMA MENJELANG WAFAT DAN KEBANGKITAN YAHSHUA HA MASHIAH
  • Tgl 14 Nisan awal [selasa malam rabu], Yahshua melaksanakan Seder Pesakh, dan memberikan penjelasan bahwa upacara itu menunjuk pada tubuh dan darah-Nya yang akan dikorbankan [Mat 26:17-29]. Tengah malam ditangkap prajurit Roma dan dibawa ke markas [Mat 26:55-58] 

  • Tgl 14 Nisan siang [rabu], Yahshua diinterogasi dan pada jam ketiga atau jam sembilan Yahshua disalibkan di Golghota [Mrk 15:25]. Jam 12.00 kegelapan menyelimuti Golghota [Mat 27:45]. Jam 15.00, Yahshua wafat [Mat 27:46]. Sebelum pukul 18.00, Yahshua diturunkan dari kayu salib karena menjelang Sabat Perayaan Roti Tidak Beragi [Yoh 19:38-42]. Rabu malam kamis Yahshua berada dalam rahim bumi sampai Sabat petang. 

  • Tgl 18 Nisan [minggu pagi], murid-murid menemukan mayat Yahshua tidak ada [Mat 20:1]. Namun Yahshua tidak bangkit pada hari minggu pagi. Tidak ada yang tahu pasti jam berapa Dia telah bangkit. Kemungkinan Sabtu petang, Yahshua telah bangkit. Kebangkitan-Nya tepat tiga hari tiga malam [rabu malam kamis dihitung sebagai kamis, karena pergantian hari Ibrani, dimulai petang. Kamis malam jum’at dihitung jum’at. Jum’at malam dihitung sabtu]. Sabtu petang atau hari Minggu awal, Yahshua telah bangkit dari maut.


messianic-indonesia.com

Bulan [Tidak] Pernah Terbelah

Salah satu keajaiban dunia Islam yang paling sohor adalah 
ketika Nabi Muhammad membelah Bulan menjadi dua. 
Ini termaktub di surat Al Qamar (54):1,

Dunia Islam mengakui keajaiban ini.

Terdapat satu artikel yang disirkulasikan secara meluas dan terus menerus:

    Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah ?
    Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut: Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim..
    Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjagkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya.
    Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur'an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta'alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu. Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah...Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, "Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan??". Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: Dipersilahkan dengan senang hati." Daud Musa Pitkhok berkata, "..Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi diantara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan. Presenter pun berkata, " Andai dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak berguna". Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, "Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik segi kedokteran, industri, dan pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia-sia, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.
    Dan diantara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakiknya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar.
    Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, "Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?" Mereka pun menjawab, "Tidak, ..!!! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun. Maka presenter itu pun bertanya, "Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya. Mereka menjawab, "Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!!
    Presenter pun bertanya,"Bagaimana kalian bisa yakin akanhal itu?" Mereka menjawab, "Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, "Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali".
    Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, "Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, "Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin !!!! Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah ... Maka aku pun berguman, "Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur'an dan aku baca surat Al-Qamar, dan ... saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.
     
Diterjemahkan oleh: Abu Muhammad ibn Shadiq [swaramuslim, Telah Dekat Qiamat; Bulan Telah Terbelah..., Sabtu, 22 Sya'ban1424H/18102003M]



Ternyata bahkan di blog-nya Dr. Zaghlul Al-Najar, sama sekali tidak ditemukan cerita di atas. Kemudian di blog yang ini anda akan temukan siapa itu Ibn Shadiq yang ternyata modusnya adalah:
    1. menyamarkan artikel buatan dengan dalih menerjemahkan. Teknik ini dapat menipu pembaca, seakan-akan artikel tersebut berasal dari sumber terpercaya dari luar negeri,
    2. menggunakan nama-nama palsu seperti Prof. Dr. Zaghlul al-Najar dan Samy Unqowy, Eng. untuk mengesankan keilmiahan artikel yang ia buat


    Yang lebih parah lagi, Mukjijat Bulan terbelah sama sekali bukanlah Metaphora 
    karena menurut semua hadis sahih, peristiwa itu benar-benar Terjadi!


    Di hadis Bukhari, Muslim dan Tirmidhi, 
    kejadian mengenai bulan terbelah ini diriwayatkan lebih dari 4 saksi, 
    yaitu Anas, Ibn Abbas, Abdullah bin Masud, Abdullah bin Umar dan Abu Mamar. 
    Dari riwayat, kita ketahui bahwa kejadian ini terjadi di Mekkah di masa hidupnya Nabi tepatnya sebelum Hijrah. Jadi ini sudah menjelaskan sangat bahwa AQ 54:1-5, 
    bukanlah Methapora. 

    Berikut dibawah ini bukti rekaman hadis sahih dan juga para perawi dimaksud:
    • Hadis Sahih Bukhari:
      Volume 4, Book 56, Number 831 & 832
      Anas meriwayatkan: "Bahwa penduduk Mekkah meminta Rasullullah untuk menunjukan mereka suatu keajaiban, dan ia menunjukan mereka membelah bulan"
      Ibn 'Abbas meriwayatkan: "Bulan pernah terbelah menjadi dua ketika Nabi masih hidup”
      Anas bin Malik meriwayatkan: "Masyarakat Mekkah meminta nabi untuk menunjukan mereka suatu mukjijat. Kemudian Ia tunjukan pada mereka bulan terbelah menjadi dua terlihat yang terlihat mereka diantara gunung Hiram” [Translation of Sahih Bukhari, Merits of the Helpers in Madinah (Ansaar)]

      Vol 5, book 56, number 830
      Abdullah bin Masud meriwayatkan, "Ketika Nabi hidup Bulan terbelah menjadi dua bagian dan atas hal tersebut Nab berkata, “menjadi saksilah"

      Volume 5, Book 58, Number 208, 210, 211
      'Abdullah meriwayatkan: "Bulan terbelah (menjadi dua) ketika kami dan Nabi di Mina. Ia berkata “Menjadi saksilah” dan satu potongan itu menuju kearah gunung
      'Abdullah bin 'Abbas meriwayatkan: "Saat Rasullullah masih hidup Bulan terbelah (menjadi dua).
      'Abdullah meriwayatkan: "Bulan pernah terbelah (menjadi dua bagian). [Translation of Sahih Bukhari, Merits of the Helpers in Madinah (Ansaar]

    • Hadis sahih Muslim, Chapter 8: THE SPLITTING UP OF THE MOON (A GREAT MIRACLE), Book 039, Number 6724, 6725, 6726, 6727, 6728, 6729, 6730, saksi-saksi:
        Abu Ma'mar melaporkan dari Abdullah bahwa bulan pernah terbelah saat Rasulullah hidup menjadi dua bagian dan Rasullulah berkata: bersaksilah untuk ini. Hadis dari Abdullah b. Mas'ud: “Kami bersama Rasullullah di Mina, bahwa bulan terbelah menjadi dua. Satu belahan ada dibelakang gunung dan yang lainnya didepannya. Rasullullah berkata pada kami: bersaksilah untuk ini. 'Abdullah b. Mas'ud melaporkan bahwa bulan pernah terbelah menjadi dua saat Rasul masih hidup. Gunung menutupi satu bagiannya dan satu bagian lainnya ada di atas gunung dan Rasullullah berkata: bersaksilah untuk ini. Hadis ini disampaikan Shu'ba dengan sedikit variasi perkataan. Anas melaporkan bahwa penduduk Mekkah menuntut Rasull allah untuk menunjukan suatu tanda [keajaiaban] dan Ia menunjukan pada mereka membelah bulan. Anas melaporkan bahwa bulan pernah terpelah menjadi dua bagian dan dalam hadis yang di rekam Abu Dawud, kalimatnya adalah, “ Bulan pernah terbelah dua sewaktu Rasullullah hidup" Ibn 'Abbas melaporkan bahwa bulan pernah terbelah sewaktu Nabi masih hidup.
         
         
    • Narasi dari `Abdullah bin `Umar Al-Hafiz Abu Bakr [salah satu dari tafsir Ibn Kathir surat 54:1-5]
      Al-Bayhaqi merekam bahwa `Abdullah bin `Umar berkomentar pada Kalimat Allah:
      (Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan) "Ini terjadi di masa hidup Rasullullah; Bulan terbelah menjadi dua bagian. Satu bagian di depan gunung dan satu bagian dibagian lainnya. Nabi berkata,
      (Ya Allah! Menjadi bersaksi.)'' Ini riwayatnya yang Muslim dan At-Tirmidhi kumpulkan. At-Tirmidhi berkata, "Hasan Sahih.''
        Dari sumber islam, bahkan dinyatakan juga ada saksi dari orang luar Arab, yaitu raja Malabar, Chakrawati:
          Fenomena konon teramati juga di Malabar (India barat daya) oleh raja Chakrawati Farmas. Islam sampai ke Malabar adalah berkat Malik Ibn Dinar yang bersama 12 orang pedagang mendarat di kerala pada tahun 644 M dan berbincang-bincang dengan raja Chakrawati (Cheraman Perumal) serta menyebutkan peristiwa Bulan terbelah. Phenomena itu kebetulan dilihat juga oleh raja. Ia kemudian ke tanah Arab, bertemu dengan Nabi pada 617 M, kemudian masuk Islam disaksikan sahabat Nabi Abu Bakar, Nama berubah menjadi Tajuddin, dikatakan Iapun mengikuti Haji terakhir bersama Nabi disana [632 M]. Ketika pulang Haji, Ia terkena Topan, kapalnya tenggelam dan jasadnya diketemukan terdampar.

        Kisah ini, di sirkulasikan berulang-ulang tanpa pembuktian dan re-chek sama sekali! Kisah ini ternyata mempunyai masalah besar:

        Menurut situs ini raja Chakrawati itu hidup di Akhir abad ke 8! Bukan di sekitar 615 M- 632 M, yaitu kisaran tahun saat dimana turunnya surat Al Qamar!



        Tulisan yang juga runut dan jelas yang mengungkapkan permasalahan dari dua sisi dapat anda lihat di The myth of Cheraman Perumal’s conversion dan perumal and the pickel.




        Baiklah, sekarang sudah saatnya kita lihat penjelasan dari dunia modern!

        Salah satu penjelasan yang baik bahwa BULAN [tidak] PERNAH TERBELAH adalah berdasarkan sisi sains dan astronomi [lengkapnya lihat di Blog ini, Bulan pernah terbelah?]

          Kutipan 1: T. Djamaluddin (Peneliti Utama Astronomi dan Astrofisika, LAPAN Bandung) Sejauh ini tidak ada bukti ilmiah yang mendukungnya. Mekanisme fisisnya pun sulit dijelaskan, karena kalau pun benda langit bisa saja terbelah atau pecah akibat efek pasang surut planet atau bintang induknya, tetapi tidak mungkin bersatu kembali. Ahli matematika Perancis Edouard Roche menyatakan ada suatu jarak minimum dari planet atau bintang induk yang bila dilampaui akan menyebabkan benda yang mengorbitnya akan pecah. Batas minimum itu dikenal sebagai Limit Roche yang tergantung ukuran dan kekuatan benda langit menahan gaya gravitasi planet. Bulan yang kelihatan kokoh pun akan hancur berantakan bila (karena suatu sebab) melewati Limit Roche-nya, masuk dalam orbit yang jaraknya kurang dari 18.000 km dari bumi. Saat ini (termasuk pada zaman Nabi) bulan masih berada pada jarak yang aman 384.000 km. Kutipan 2: Ma'rufin Sudibyo yang eks. Teknik Nuklir UGM:
          Jika Bulan benar-benar terbelah secara fisik maka jelas ada bekas patahannya sehingga bulan - yang saat itu kemungkinan berfase setengah lingkaran - benar-benar terbelah, bidang pembelahan itu kemungkinan besar sejajar dengan ekuator maupun bujur nol-nya. Belahan Utara dan Selatan Bulan (atau Barat dan Timur, jika bidang pembelahannya sejajar bujur nol) akan terpisah sejenak hingga berjarak minimal 120 km, untuk kemudian menyatu kembali. Jika ini terjadi, tentu bidang pemisahan itu masih ada jejak2nya yakni sebagai patahan panjang yang membentang sejajar ekuator Bulan maupun bujur nol. Jika suatu blok batuan mendadak terpatahkan (apalagi terpisah) untuk kemudian merekat kembali, dibutuhkan 'lem' teramat kuat agar patahan itu tidak bergeser lagi. Secara geologis 'lem' itu adalah magma yang terekstrusi keluar lewat erupsi rekahan, tentunya dengan volume sangat gigantik untuk kemudian membeku dan mengikat kedua sisi yang terpatahkan tadi. Dan karena batuan setempat mengalami kontak dengan magma Bulan, tentu terjadi proses metamorfosa kontak yang menghasilkan batuan metamorf kontak nan khas. Sejauh ini - merujuk NASA - vulkanisme Bulan terakhir kali terjadi jutaan tahun silam dan tak ada yang berumur Holosen (kurang dari 10.000 tahun), apalagi Resen (kurang dari 1.000 tahun). Citra2 permukaanBulan juga tidak menunjukkan jejak patahan sangat panjang yang sejajar ekuator. Demikian pula, citra2 Bulan pun tidak menunjukkan adanya sisa2 erupsi rekahan memanjang yang sejajar ekuator maupun bujur nol. Magma Bulan bersifat basaltik - mirip magma dari mantel Bumi - sehingga bila muncul ke permukaan tentunya menghasilkan endapan2 kegelapan yang mudah diidentifikasi. Misi Apollo 11, 12 dan 14 memang mendarat di dekat ekuator Bulan, namun di lokasi2 pendaratannya tidak dijumpai endapan lava basaltik "segar" produk erupsi masa Resen.
          Kesimpulan:
          Bulan memang [TIDAK] pernah terbelah.


          Di kutip dari:
          http://wirajhana-eka.blogspot.com/2009/08/bulan-tidak-pernah-terbelah-dua.html